5 Fondasi Membangun Peradaban Islam

By Nasehat Islam Last Updated On 24 April 2024 1 Comment
Mengajarkan Islam Sejak Dini
Mengajarkan Islam Sejak Dini

Sejarah peradaban Islam dimulai sejak turunnya risalah kepada nabi Muhammad ﷺ empat belas abad silam yang dibangun dalam kurun waktu 23 tahun.

Pengaruh peradaban Islam sangat signifikan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Sebut saja ilmu pengetahuan, sistem kenegaraan, kebudayaan, arsitektur, kesehatan, dll. Saat ini, pemeluk agama Islam merupakan salah satu yang terbesar dan bertumbuh di dunia. 

Seorang peneliti Amerika Serikat yang bernama Michael H. Heart, menempatkan nabi Muhammad ﷺ sebagai orang no. 1 yang berpenguruh sepanjang sejarah peradaban manusia. Dia menilai karena agama Islam tumbuh dan mempengaruhi peradaban dunia baik saat nabi Muhammad ﷺ hidup bahkan meluas lebih besar lagi setelah beliau meninggal dunia.

Salah seorang ulama memetakan apa yang menjadi rahasia kesuksesan peradaban islam ini. Hasilnya, beliau menyatakan setidaknya ada 5 fondasi kunci yang dibangun oleh nabi Muhammad ﷺ.

Jika fondasi ini dilaksanakan di tingkat individu maupun kelompok masyarakat, selain akan mengembalikan peradaban Islam yang maju juga akan memberikan keberkahan dan keselamatan dalam hidupnya.

Kelima fondasi itu adalah sebagai berikut:

1. Kekuatan Spiritualitas

Kekuatan spiritualitas (ruhani / iman) menjadi fondasi utama dalam peradaban Islam. Fokus risalah nabi Muhammad ﷺ selama 13 tahun di Mekkah adalah menanamkan kedekatan manusia dengan Alloh SWT (tauhid). Sehingga, tidak ada yang paling utama dalam hidup seorang muslim kecuali beribadah kepada Alloh SWT dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur.

Seorang ulama mengatakan, andai engkau mengaku mengenal Alloh, maka engkau tidak ingin mengenal makhluk. Cukuplah Alloh yang maha rahman, rahim, salam, rozaq, ghoffar, dll. Tidak ada daya dan upaya selain Alloh. Kedekatan dengan Alloh akan menjadi kunci keberkahan hidup serta diberikan jalan keluar dan kemudahan dalam setiap urusan.

2. Kekuatan Intelektualitas

Kekuatan intelektual merupakan hal penting dalam peradaban Islam. Kalau melihat surat al-Quran yang turun di masa awal kenabian, isinya banyak terkait dengan konsumsi akal dan pertanyaan. Misalnya: 

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ

Lihat juga  Bagaimana cara ber-Akhlak Islam?

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?

لْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلْغَٰشِي

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?, dll.

Bahkan, ayat pertama al-Quran yang turun, mengandung perintah membaca, bukan perintah sholat atau zakat.

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.

Banyak juga redaksi dalam al-Quran yang memantik perkara intelektual, misalnya اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ Tidakkah kamu mengerti?, اَفَلَا تَتَفَكَّرُوْنَ Apakah kamu tidak memikirkan(-nya)?, أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ Maka apakah mereka tidak memperhatikan…?, dan lain sebagainya.

Dalam QS Muhammad 19, redaksinya mendahulukan ilmu sebelum iman dan amal.

فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada iIlah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan…”

Orang berilmu (‘alim) posisinya lebih tinggi daripada ahli beribadah (‘abid). Seorang ‘alim akan beribadah dengan berbobot, sementara orang ‘abid yang beribadah tanpa ilmu bisa jadi akan terkena syetan. Jadi beramal tanpa ilmu akan banyak mudharat dibandingkan manfaatnya.

3. Kekuatan Managerial

Peradaban islam yang wariskan nabi menekankan pula pada kekuatan managerial. Salah satu contoh konkritnya adalah menjadikan mesjid sebagai sumber kekuatan umat karena pengelolaan (managerial) yang profesional. Mesjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, namun juga sentral kekuatan ekonomi, sosial dan lain sebagainya. Mesjid menjadi tempat yang ramah terhadap anak, remaja, bahkan para musafir.

Saat zaman nabi ﷺ, ada tempat yang disiapkan khusus untuk sahabat (ahlus suffah) agar mereka merasa nyaman beribadah dan menimba ilmu kepada nabi di mesjid. Hal ini mencerminkan sistem pengelolaan masjid yang terintegrasi. Pengelolaan yang menekankan amal kebaikan. Apapun yang disentuh haruslah menjadi emas (kebaikan) dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

4. Kekuatan Finansial

Pentingnya kekuatan finansial, tercermin dari banyaknya jumlah ayat dalam al-Quran yang memerintahkan berinfaq. Hal ini memberikan motivasi kepada setiap muslim untuk memiliki kemauan memberikan infaq dan sedekah.

Lihat juga  Memahami Makna Kemerdekaan Yang Hakiki

Bahkan nabi Muhammad ﷺ mengatakan,

 اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”

Jiwa dan mindset enterprenership haruslah dibangun sejak dini, apapun profesi yang dimiliki. Jika saat ini memiliki mental “apa yang dilihat inginnya membeli”, berubah menjadi  apa yang dilihat inginnya menjual

5. Kekuatan Sosial dan Bermasyarakat

Nabi Muhammad ﷺ mengatakan,

 خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ 

Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain” (HR Ath-Thabari)

Seorang ulama berkata andai hatimu sehat, imanmu kuat, maka jasadmu akan penat, karena lelah mengurus orang lain. Hidup akan berkah karena banyaknya kebaikan kepada orang lain dan masyarakat. Jika waktumu kosong tanpa kontribusi, harusnya berhati-hati. Karena manfaat dan kebaikan diri yang terbatas, tidak sesuai dengan yang diiginkan nabi Muhammad ﷺ.

Itulah lima fondasi yang bisa kita ambil pelajaran dari sejarah peradaban Islam. Kita bisa melakukannya mulai dari tingkat terkecil (diri dan keluarga) agar memberikan dampak yang lebih luas lagi.

Semoga kita dan keluarga diberikan kekuatan iman, ketajaman berpikir, kuat secara finansial dengan rizki yang halal dan berkah, diberikan ringan tangan dan lapang dada membantu sesama dalam kebaikan.

Sehingga kita bisa memberikan tauladan atas akhlaq dan prestasi yang diperbuat…amin…

++++++

Pengajian Ba’da Shubuh Mesjid al-Hurriyah Pulo Asem Jakarta Timur. 9 Desember 2023. Penceramah Ust. DR H. Mardani Ali Sera M.Eng

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ~Admal Syayid~

One thought on “5 Fondasi Membangun Peradaban Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *