Hukum Menyembelih Untuk Selain Alloh

By Nasehat Islam Last Updated On 07 May 2024 0 Comments
Menyembelih Hewan Karena Alloh
Menyembelih Hewan Karena Alloh

Menyembelih hewan merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh hampir semua agama dan kepercayaan. Begitu pula dalam Islam, proses menyembelih merupakan salah satu aktivitas yang niat dan tata caranya telah diatur dengan tegas dalam al-Quran dan sunnah nabi ﷺ.

Agar kita terhindar dari kemusyrikan, mari kita memahami sekilas terkait menyembelih.

Jenis Menyembelih

Secara garis besar ada dua kategori menyembelih dalam syariat Islam, yaitu sebagai berikut:

a. Menyembelih Untuk Urusan Adat

Yakni proses menyembelih untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam hal makanan atau hidangan. Hasilnya digunakan untuk makan sehari-hari, menyambut tamu atau keperluan acara keluarga.

Dalam hal ini, menyembelih haruslah mengikuti tata cara yang sudah ditentukan yakni mengucapkan nama Alloh, menghadap kiblat, serta tidak ada unsur menyakiti hewan (menggunakan alat yang tajam).

b. Menyembelih untuk Mendekatkan Diri kepada Alloh (Taqorrub)

Yakni proses menyembelih dengan tujuan mendekatkan diri kepada Alloh. Dasarnya karena ada perintah Alloh dan rosul secara khusus. Misalnya menyembelih kurban, aqiqah, dan hadyu dalam ritual haji tgl 10 Dzulhijjah.

Kegiatan ini dilakukan dengan niat ibadah karena Alloh. Inti dari ibadah ini adalah mengorbankan nyawa hewan dan mengalirkan darahnya dengan niat karena Alloh. Dagingnya halal untuk dimakan atau disedekahkan kepada orang lain.

Hukum Menyembelih untuk Selain Alloh SWT

Dalam islam, prosesi menyembelih haruslah dibingkai hanya untuk Alloh. Jika prosesinya dilakukan untuk selain Alloh, misalnya untuk Jin, Arwah, Kuburan, Larung Saji, Bangunan, Jembatan, Nyi Roro Kidul, Sedekah Bumi, dll, maka hal itu sudah masuk kepada syirik besar. Konsekwensinya pelaku telah keluar dari agama Islam.

Begitu pula, dalam menyembelih kategori adat. Jika dilakukannya secara khusus baik waktu, cara dan tempat dengan niat kepada selain Alloh, maka hal ini tidak boleh dilakukan karena masuk kepada kesyirikan.

Misalnya, menyembelih khusus di kuburan, tempat keramat, atau sakral dan mistis. Menyembelih agar mendapat kedudukan / kekuasaan. Daging sembelihan di tanam di tanah. Menyembelih tepat saat gunting pita sebuah acara atau sesaat tamu agung turun dari mobil, dan lain sebagainya.

Lihat juga  Meneladani Sahabat Nabi Menggapai Surga
Dalil Menyembelih
Beberapa dalil al-Quran dan hadits yang menerangkan bahwa menyembelih haruslah karena Alloh, bukan selain Alloh, adalah sebagai berikut:
 
  • Ikrar bahwa sholat, menyembelih, hidup dan mati adalah hanya untuk Alloh
 
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
 
“Katakanlah: sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”
 
Persoalan menyembelih (nusuk) dalam ayat di atas disandingkan dengan sholat dan harus diperuntukkan untuk Alloh. Alloh memerintahkan nabi agar memberitahukan kepada orang musyrik, bahwa menyembelih hewan orang islam haruslah beda atau berpaling dengan kebiasaan mereka. Orang islam harus berniat ikhlas karena Alloh.
   
  • Menyembelih hanya untuk kepada-Nya
QS al-Kautsar 2
 
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
 
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah
 
  • Alloh melaknat orang yang menyembelih untuk selain Alloh. 

عن علي رضي الله عنه قال: حدثني رسول الله صلى الله عليه وسلم بأربع كلمات: (لعن الله من ذبح لغير الله، لعن الله من لعن ووالديه. لعن الله من آوى محدثاً، لعن الله من غير منار الأرض) [رواه مسلم]

“Dari ‘Ali radhiyallahu’anhu, beliau berkata : Rasulullah ﷺ berpesan kepadaku dengan empat nasihat : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat anak yang melaknat kedua orang tuanya. Allah melaknat orang yang melindungi muhdits (orang yang jahat) / muhdats (pelaku bid’ah). Allah melaknat orang yang sengaja mengubah patok batas tanah.” (HR. Muslim)

 
  • Kisah orang yang masuk surga dan neraka karena lalat
ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲْ ﺫُﺑَﺎﺏٍ , ﻭَﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲْ ﺫُﺑَﺎﺏٍ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﻭَﻛَﻴْﻒَ ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﺮَّ ﺭَﺟُﻼَﻥِ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﻟَﻬُﻢْ ﺻَﻨَﻢٌ ﻻَ ﻳَﺠُﻮْﺯُﻩُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘَﺮِّﺏَ ﻟَﻪُ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮْﺍ ﻷَﺣَﺪِﻫِﻤَﺎ : ﻗَﺮِّﺏْ، ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﻴْﺲَ ﻋِﻨْﺪِﻱْ ﺷَﻲْﺀٌ ﺃُﻗَﺮِّﺏُ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﻟَﻪُ : ﻗَﺮِّﺏْ ﻭَﻟَﻮْ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ، ﻓَﻘَﺮَّﺏَ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ ﻓَﺨَﻠُّﻮْﺍ ﺳَﺒِﻴْﻠَﻪُ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ، ﻭَﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﻟِﻶﺧَﺮِ : ﻗَﺮِّﺏْ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﻛُﻨْﺖُ ﻷُﻗَﺮِّﺏَ ﻷﺣَﺪٍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺩُﻭْﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻀَﺮَﺑُﻮْﺍ ﻋُﻨُﻘَﻪُ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ
 
Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula.
Para sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah?
Rasul ﷺ menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati sebuah kaum yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sesuatu untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi:
 
“Persembahkanlah sesuatu untuknya!” Ia menjawab: “Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan”, mereka berkata lagi: “Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat!” Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka membiarkan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka.
 
Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain: “Persembahkalah untuknya sesuatu!” Ia menjawab: “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga” (HR. Ahmad).
 
Kehati-hatian
Sebagai tambahan, dalam keseharian kita perlu juga berhati-hati terkait dengan daging sembelihan, misalnya:
  • Saat mengkonsumsi daging impor, pastikan tertera sertifikat halalnya.
  • Saat membeli ayam yang digelar di pasar, pastikan lehernya ada sobekan bekas penyembelihan
  • Saat membeli ayam yang disembelih di pasar. Pastikan ayamnya mati dulu sebelum di masukkan ke dalam air panas. Untuk memastikan ayam mati karena disembelih, bukan karena air panas.
Lihat juga  Mengapa Banyak Orang Eropa Masuk Islam ?

++++++

Pengajian Ba’da Shubuh, 5 Mei 2024, Mesjid Nur Romadhan, Pulo Asem Utara Jakarta Timur. Penceramah Ust Jafar Shalih Lc.

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ~Admal Syayid~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *