Kamis, 22 Feb 2024
Akhlaq Islam

Keimanan dan Produktivitas

Rumah Syariah, Rumah Idaman

Keimanan yang sesungguhnya haruslah dibuktikan dengan amal / produktivitas. Alloh SWT berfirman dalam QS At-Taubah 105,

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ

“Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Alloh akan melihat pekerjaanmu begitu juga Rosul-Nya dan orang-orang mukmin..”.

Makna dari ayat di atas adalah keimanan itu tidaklah cukup hanya dibuktikan oleh keyakinan saja, tetapi yang benar harus dibuktikan dengan amal (bekerja/produktivitas). Tiada keimanan tanpa amal perbuatan. Jadi keimanan itu bukanlah angan-angan belaka, tetapi merupakan sesuatu yang terpatri dalam hati dan dibuktikan dengan amal keseharian. Lebih lanjut lagi, Ayat sebelum QS At-Taubah 105 di atas membicarakan masalah taubat, dan tanda taubat yang benar harus dibuktikan dengan amal.

Bagaimana komentar Al-Quran tentang produktivitas?

Produktivitas menurut versi Al-Qur’an adalah Sholeh, yang maknanya patut, layak, pantas dan benar. Sholeh merupakan padanan keimanan. Tidak kurang terdapat 70 ayat dalam Al-Qur’an yang menggandengkan kata iman dan amal sholeh. Kenapa amal atau perbuatan  disebut dengan istilah sholeh?

Jawabannya, karena amal yang dikerjakan oleh seorang yang beriman, akan sholeh untuk dunia dan akhirat, sholeh untuk jasad dan ruhani, dan sholeh buat dirinya, keluarga, dan masyarakat. Dalam realisasinya amal sholeh itu haruslah ikhlas, benar dan berkualitas.

++++++

Dikutip dari pengajian mingguan, 12 Juni 2009 Mesjid Darussalam Kota Wisata



Baca Juga

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *