Kemanusiaan Dalam Tinjauan al-Quran

By Nasehat Islam Last Updated On 03 April 2024 0 Comments
Kemanusiaan Dalam Al-Quran
Kemanusiaan Dalam Al-Quran

Dalam tinjauan al-Quran, kemanusiaan dipandang sebagai hal yang sangat penting. Ia mencakup aspek penyerahan diri (Ibadah) kepada Alloh, penghormatan, kasih sayang, saling mengenal antar sesama serta bekerja sama dalam kebaikan. 

Permulaan Amanat Kepada Manusia

Al-Quran menjelaskan, awal proses kehidupan manusia di alam semesta, bermula dari penawaran Alloh SWT kepada langit, bumi dan gunung. Mereka ditawarkan, apakah akan sanggup mengemban amanat kewajiban syariat islamiah?.

Mereka menolak dengan alasan beratnya beban yang akan ditanggung. Hanya manusia yang akhirnya menerima tawaran itu. Sehingga manusia-lah yang akan memikul amanat, dengan berbagai macam konsekwensinya kelak.

QS al-Ahzab 72

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولً

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”

Karena manusia menyanggupi amanat itu, maka Alloh menciptakan langit dan bumi serta isinya selama enam masa sesuai dengan apa yang dibutuhkan umat manusia. Semua yang ada di alam semesta menjadi fasilitas luar bisa yang bisa dimanfaatkan oleh manusia.

QS al-Araf 54

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. 

QS al-Baqoroh 29

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Perjanjian Alloh Dengan Manusia

Alloh memanggil seluruh calon manusia yang akan hadir di muka bumi, untuk melakukan perjanjian agung dengan-Nya. Alloh berkata, bukankah aku ini Tuhanmu yang akan menciptakan dan mengurusmu?. Semua calon manusia berkata, betul ya Alloh, kami bersaksi. Inilah perjanjian agung pertama antara Alloh dan manusia. Manusia meyakini bahwa Alloh adalah pencipta dan pemeliharanya.

QS al-Araf 172

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Setelah perjanjian pertama, maka berlanjut kepada perjanjian agung yang kedua. Isinya Alloh menyatakan bahwa hakikat penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Alloh SWT.

QS az-Zariyat 56

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku“.

Kemuliaan Manusia

Atas dasar kesanggupan manusia menanggung amanah ilahi serta dua kesaksian di atas, maka Alloh pun mengagungkan serta memulikaan umat manusia. Beberapa kemuliaan itu adalah sebagai berikut:

  • Kemuliaan#1: Alloh menyatakan bahwa Dia sendiri yang menciptakan manusia dengan kedua tangannya. 

QS Shad 75

قَالَ يَٰٓإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَىَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْعَالِينَ

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.

  • Kemuliaan#2: Diciptakannya manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Semua bentuk dan fungsi tubuh manusia dari atas kepala sampai kaki dirancang Alloh dengan sempurna.

QS at-Tin 4

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

  • Kemuliaan#3: Alloh memanggil manusia dengan panggilan yang bagus. Alloh memanggil manusia dengan sebutan Bani Adam, an-nas, ins, dan basyar. Menyadarkan manusia atas jati dirinya. Maknanya akrab, ramah dan menyenangkan. 
  • Kemuliaan#4: Menjadikan manusia bisa berjalan kaki di daratan dan menyeberangi lautan, serta melayang di udara melalui produk yang dibuat manusia misalnya pesawat terbang, ulang alik, dll.

QS al-Isra 70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Larangan Men-Dzalimi Manusia

Karena Alloh memuliakan manusia seperti disebutkan di atas, maka Alloh melarang dengan tegas seseorang membunuh atau men-dzalimi manusia lainnya. 

  • Jika seseorang membunuh satu orang manusia lain tanpa sebab, maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia.

QS al-Maidah 32

أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا 

“Bahwa, barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”.

  • Jika seseorang membunuh orang mukmin, maka sanksi tegasnya ia akan masuk neraka jahanan dan Alloh sangat murka dengannya.

QS an-Nisa 93

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدًا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.

Nilai Kemanusiaan

Alloh sangat memuliakan manusia. Ia sangat tegas melaknat orang yang men-dzalimi manusia lainnya. Sebaliknya Alloh menyuruh mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Al-Quran menyuruh manusia mengenal satu sama lain. Saling bahu membahu dan tolong menolong dalam kebaikan agar tercipta kehidupan kemanusiaan yang beradab dan saling menghormati.

QS al-Hujarat 13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Jika ada seseorang men-dzolimi orang lainnya, maka kewajiban umat lain agar bisa menghentikan bahkan mencegah kedzaliman itu. Nabi Muhammad saw bersabda:

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا ، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ « تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ ، فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ »

Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim? Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari, Muslim)

++++++

Ceramah Tarawih, Mesjid Al-Musyawarah Kelapa Gading, 27 Maret 2024, Penceramah: KH. DR Ahsin Sakho MA.

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ~Admal Syayid~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *