Kamis, 22 Feb 2024
Do'a dan Dzikir

Kisah Murtad-nya Seorang Gadis Muslim

Wasiat Lukman al-Hakim tentang Hidup

Ini sebuah kisah nyata. Sepasang suami istri jemaah salah satu mesjid di Bogor sedang resah, galau dan gelisah. Betapa tidak, anak gadisnya yang baru menginjak kelas dua SMA, tiba-tiba memberitahukan bahwa dirinya telah berpindah keyakinan / murtad. Dari muslim menjadi kristen. Orang tua mana yang tidak kaget mendengar pengakuan ini. Ia tidak menyangka mengalami peristiwa ini, karena ia telah memberikan pendidikan agama yang terbaik  buat anaknya. Bahkan saat tingkat SD, ia mamasukkan sang anak di SD Islam.

Suami istri ini, lalu berusaha memberikan nasehat agar sang anak kembali memeluk agama Islam (tidak murtad). Namun, rupanya sang anak telah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan dan mendapatkan pengetahuan yang cukup kuat. Ia tidak menuruti nasehat orang tuanya, ia tetap berpegang teguh memeluk agama kristen. 

Menghadapi situasi ini, suami istri pun bertambah gelisah. Ia lalu mengajak sang anak  berkonsultasi dan berdialog dengan seorang ustadz di mesjid terdekat. Namun, ustadz ini pun kewalahan berdialog dan berdebat dengannya. Lantas sang ustadz menyarankan agar membawa anak ini ke seorang ustadzah ahli kristologi yang dulunya seorang pendeta. Harapannya, sang ustadzah bisa memberikan penjelasan yang lebih ’komprehensif’. Apa yang terjadi, sang anak menolak ajakan ini.., ia beralasan Ustadzah itu telah kafir…

Melalui kisah nyata ini, setidaknya ada satu pelajaran penting yang harus menjadi perhatian setiap orang tua muslim. Yakni  berhati-hatilah mengawal aqidah dan keyakinan anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak tumbuh tanpa bimbingan agama yang benar sehingga dirinya keluar dari jalan agama Islam (murtad).

Sebagai orang tua muslim, tentunya telah sepakat bahwasanya anak adalah amanah Alloh yang sangat kita cintai. Tidak ada orang tua yang tega membiarkan anak tumbuh tanpa pedoman dan bimbingan yang benar. Orang tua senantiasa memanjatkan doa dan harapan agar dikaruniai seorang anak sholeh. Bukan hanya saat tumbuh kembang anak, namun saat orang tuanya menikah, mengandung, dan proses melahirkan. Semua prosesi berujung pada suatu doa dan harapan agar dikaruniani anak yang sholeh, bertaqwa, taat beribadah, berbuat baik kepada orang tua, bahagia dunia dan akhirat.

Mari kita berdo’a agar anak gadis dalam kisah di atas kembali kepada keyakinan Islam dengan tulus dan tanpa keraguan. Dan kejadian di atas tidak menimpa keluarga kita di kemudian hari. 

Alloh berfirman dalam QS an-Nisa 9,

وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.

Lemah di sini bukan hanya lemah secara fisik dan ekonomi, namun yang lebih penting adalah lemah iman. Jadi, orang tua memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam proses membina dan mengawal keimanan anak. Nabi Muhammad bersabda,

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim).

Janganlah orang tua hanya sibuk mencari nafkah semata, sehingga melupakan perhatian dan pendidikan sang anak, terutama dalam pendidikan agama Islam. Orang tua jangan lengah memantau dengan siapa anak kita bergaul.

Waspadalah terhadap praktek-praktek yang dilakukan oleh non-muslim untuk menjadikan murtad anak-anak orang islam. Tidak sedikit  pemuda non-muslim memiliki misi merayu anak-anak putri orang islam. Mereka mengajak bersahabat bahkan ‘pacaran’ sambil memasukkan doktrin agamanya. Tidak segan-segan mereka masuk Islam untuk menikahi gadis muslim, namun setelah menikah mereka kembali ke agama asalnya bahkan mengajak istrinya.

Nabi Muhammada SAW bahkan secara rinci telah memberikan panduan dalam mendidik anak. Salah satu haditsnya mengatakan,

مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)!” 

Kalau kita merenungi hadits ini, tentunya kita harus berusaha memberikan pendidikan agama yang cukup kepada anak. Targetnya sebelum umur 7 tahun, anak minimal sudah hafal surat al-Fatihah, tata cara sholat, kenapa harus sholat, dan lain sebagainya.

Jadi, seimbangkanlah pendidikan yang diberikan kepada anak antara pendidikan umum dan agama, bahkan kalau bisa memberikan porsi agama yang lebih. Ciptakan suasana keagamaan yang kondusif di rumah. Perlihatkan tauladan orang tua membaca al-Quran di rumah. Sesekali lakukan pula pengajian bersama di rumah dan dihadiri sang anak. Jika dikaruniai rizki yang berlimpah, bisa juga melakukan wisata keluarga bernuansa rohani (umrah) bersama anak.

Begitu besarnya tuntutan orang tua dalam memberikan pendidikan agama kepada sang anak, bahkan salah satu surat al-Quran dinamai surat LUKMAN. Ia merujuk pada pesan LUKMAN terhadap anaknya agar tidak menyekutukan Alloh dengan dzat lain.  

Bukankah kita sangat mencintai anak, dan cinta yang hakiki adalah menggapai kebahagiaan bersama di dunia dan akhirat. Dan…kebahagiaan ini hanya didapat jika anak mendapatkan bimbingan dan hidayah Alloh SWT untuk berislam dengan tulus dan sempurna sampai akhir hayatnya.

++++++

Dikutip dari Pengajian Ahad Shubuh, 11 Maret 2012, Mesjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Narasumber: Ust. Drs. H. Aseph Aonuddien MSi

Tags:Gadis muslimmurtadpendidikan anakPendidikan islam


Baca Juga

Komentar

One thought on “Kisah Murtad-nya Seorang Gadis Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *