Melangkah Ke Surga Bersama Keluarga

By Nasehat Islam Last Updated On 02 January 2025 0 Comments 282
Masuk Surga Bersama Keluarga
Masuk Surga Bersama Keluarga

Judul artikel ini sengaja kami angkat, agar kita bisa memupuk iman kepada surga dan neraka (hari akhir). Mungkin saat ini, iman kita sedang memudar karena disibukkan dengan urusan duniawi. Suatu kondisi yang dikhawatirkan nabi , yakni pudarnya iman seorang muslim karena terbukanya kemewahan dan keindahan dunia.

إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ بَعْدِيْ مَا يُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَزِيْنَتِهَا

“Sesungguhnnya di antara yang aku khawatirkan atas kamu sekalian sepeninggalku nanti adalah terbukanya lebar-lebar kemewahan dan keindahan dunia.” (HR. Muslim)

Untuk itu, marilah memupuk kembali iman kepada hari akhir, serta menjadikan ‘masuk surga bersama keluarga’ sebagai cita-cita tertinggi hidup kita. Cita-cita yang akan menjadi jalan keberuntungan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Kata surga / jannah, di sebut dalam al-Quran sebanyak 140 kali. Ini menunjukkan agar kita selalu mengingatnya, serta menjadikannya sebagai tujuan hakiki. Bukan dunia yang hanya sebagai tempat singgah sementara.

Lebih lanjut, nabi selalu menjadikan surga sebagai ‘pengikat hati’ para sahabat. Begitu pula, para sahabat saat datang kepada nabi , yang ditanyakan bukanlah urusan dunia. Mereka selalu bertanya amalan apa yang bisa memasukkan ke surga. Begitu rindunya mereka kepada surga yang penuh kenikmatan.

Mintalah Surga Tertinggi

Bicara mengenai surga, Alloh menggambarkannya dalam beberapa tingkatan yang berbeda-beda (QS ar-Rahman). Di surga ada mata air yang mengalir, dan ada juga yang memancar. Di surga ada buah-buahan yang berpasang-pasangan, dan ada juga yang satu macam.

Daun-daunnya pun berbeda, ada yang warnanya hijau tua (gelap). Namun ada juga yang rindang berwarna hijau muda. Ada bidadari yang diciptakan menunduk (tidak memilih manusia yang lain), namun ada juga yang berada dalam ruangan. Itulah sekilas gambaran surga yang dijelaskan dalam al-Quran. Dan kita harus meminta agar masuk ke surga yang tertinggi (Firdaus).

فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ فَسَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ، وَأَعْلَى الجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ

Apabila kalian meminta kepada Allah, maka minta kepada-Nya (Surga) Firdaus. Karena sesungguhnya Surga Firdaus itu adalah Surga yang paling tengah, dan juga yang paling tinggi. Di atasnya ada ‘Arsy Ar-Rahman, dan darinya mengalir sungai-sungai Surga.” (HR Bukhari)

Dengan Siapa Kita Masuk Surga?

Cita-cita masuk surga janganlah hanya untuk diri sendiri. Namun haruslah bersama keluarga. Cakupannya luas, bisa ke jalur atas (ibu, bapak, kakek, nenek, dst.) dan juga ke jalur ke bawah (anak, cucu, dst). Cita-cita ini bukanlah sesuatu yang mustahil, karena Alloh yang menjanjikannya. Namun untuk menggapainya tidaklah mudah. Perlu amalan istimewa yang penuh rintangan dan bertentangan dengan jiwa & hawa nafsu.

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat. ”(HR. Muslim)

Di dalam al-Quran digambarkan ada dua jenis ‘pandangan’ sesama anggota keluarga di akhirat kelak. Yakni pandangan yang dirindukan dan pandangan yang menakutkan. Dan tentu kita ingin mengalami pandangan yang dirindukan.

  • Pandangan yang dirindukan

Yakni dipertemukannya sesama anggota keluarga di surga. Sebuah kebersamaan dan pandangan yang menyempurnakan kenikmatan mereka sebagai penghuni surga.

Lihat juga  Meneladani Sahabat Nabi Menggapai Surga

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS at-Tur 21)

  • Pandangan dan interaksi yang menakutkan

Yakni orang yang bercinta kasih tidak bertegur-sapa, padahal mereka saling melihat. Mereka adalah para pelaku dosa (mujrom) di dunia. Mereka ingin menebus azab yang akan menimpanya dengan anak-anaknya. Sungguh interaksi yang menakutkan.

وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا

Dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya, (QS al-Maarij 10)

يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ ٱلْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِى مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍۭ بِبَنِيهِ

Sedang mereka saling memandang. Orang kafir (mujrim) ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya. (QS al-Maarij 11)

Di sisi lain, ada juga pemandangan anggota keluarga yang menjadi penghuni neraka ‘berteriak keras’ memanggil anggota keluarga lainnya yang ada di surga. Mereka meminta diberikan air dan makanan surga, namun itu tidak bisa terjadi. Malah menambah kepedihan siksa mereka.

وَنَادَىٰٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا۟ عَلَيْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir (QS al-Araf 50)

5 Langkah Ke Surga Bersama Keluarga
Bagaimana caranya agar bisa ke surga bersama keluarga?

Setidaknya ada lima kiat, agar kita bisa masuk ke surga bersama keluarga yaitu sebagai berikut:

#1. Hendaklah meyakinkan diri dan keluarga tentang adanya surga

Seorang ulama memberi tips agar kita bisa yakin terhadap sesuatu, yakni 1) melihat secara langsung 2) melihat yang serupa dan 3) mengacu kepada kabar yang benar (bersumber dari Alloh dan rosul). Tentu untuk meyakini adanya surga, kita tidak bisa melakukan dengan cara 1) dan 2), namun bisa berpedoman kepada firman Alloh dan ucapan rosul. Nabi mengatakan bahwa surga itu benar adanya.

Bacakanlah ayat-ayat tentang surga kepada anggota keluarga. Berikan contoh dan teladan bagi mereka. Seorang anak akan terikat dengan perbuatan orang tuanya. Yang baik di mata anak adalah yang dilakukan orang tua. Dan yang jelak di mata anak, adalah sesuatu yang ditinggalkan orangtuanya.

#2. Hendaklah menyatukan tujuan, visi dan prioritas

Jadikan akhirat sebagai prioritas hidup seluruh anggota keluarga. Dunia harus dicari sebagai ‘sarana’ untuk mendapatkan ridho Alloh. Sesama anggota keluarga haruslah saling mengingatkan atas kebenaran dan kesabaran. Jangan sampai suami dan istri berbeda kesholehan, seperti kisah nabi Nuh & Luth serta Firaun dan istrinya Aisyiah.

Lihat juga  Manusia Sebagai Makhluk Serasi dan Seimbang

ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱمْرَأَتَ نُوحٍ وَٱمْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَٰلِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا وَقِيلَ ٱدْخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”. (QS at-Tahrim 10)

#3. Hendaklah menanamkan aqidah dan keimanan (tauhid) kepada anggota keluarga

Jangan sampai ada anggota keluarga yang melakukan kesyirikan besar. Karena surga diharamkan baginya. Kita harus menanamkan aqidah dan keimanan yang kuat kepada anak-anak. Seperti halnya nabi Yakub as saat di pembaringan sebelum kematian tiba. Ia bertanya kapada anak-anaknya, kalian akan menyembah siapa setelah aku meninggal? 

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS al-Baqoroh 133)

#4. Ajarkan kepada keluarga ilmu dan adab islam

Hal penting lainnya, ajarkanlah semua anggota keluarga tentang ilmu dan adab Islam. Hal ini selaras dengam firman Alloh sebagai berikut : 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS at-Tahrim 6)

#5. Selalu berdoa kepada Alloh

Karena kita adalah makhluk yang lemah, janganlah bersandar kepada diri sendiri. Mintalah bantuan kepada Alloh melalui doa. Seperti yang diajarkan dalam salah satu ayat al-Quran,

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (QS Ibrahim 40)

Doa adalah kunci kebaikan dunia dan akhirat. Ketika anak susah diatur, maka perbanyaklah ibadah. Seorang ulama berkata, aku menambah kualitas sholat untuk anakku. Jangan pernah putus asa mendidik anak dan terus berdoa untuk kebaikan semua anggota keluarga. Karena kita tidak tahu kapan Alloh akan mengabulkan doa-doa kita.

Semoga kita dipertemuan di surga kelak bersama keluarga masing-masing…amien.

—–+++—-++

Dikutip dari Pengajian Shubuh, 29 Desember 2024, Mesjid Nur Romadhan Pulo Asem Utara Jakarta Timur, Penceramah Ust. Samsul Dani M.Ag

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *