Memahami Orientalisme dan Islamofobia

By Nasehat Islam Last Updated On 03 February 2025 0 Comments 281
Belajar Islam Sejak Dini
Belajar Islam Sejak Dini

Mari kita pahami orientalisme dan islamofobia, yang mungkin kita sering mendengar dan membaca istilah tersebut. Tujuannya agar iman kita terhadap ajaran Islam lebih kuat dan tidak mudah goyah.

Apa Itu Orientalisme dan Islamofobia?

Orientalisme diartikan sebagai ilmu kajian atau studi tentang Islam dan masyarakat muslim (meliputi agama, budaya, masyarakat, & sejarah Islam) yang dilakukan oleh sarjana barat. Sementara islamofobia adalah sikap benci, dengki dan takut pada Islam. Jadi bisa dikatakan orientalisme itu muncul karena adanya islamofobia.

Kenapa Muncul Islamofobia?

Ada banyak alasan munculnya islamofobia, salah satunya adalah sebagai berikut:

  • Alasan Sejarah

Ajaran Islam datang setelah lahirnya agama-agama langit yang lain (Yahudi dan Kristen), dan juga setelah agama-agama besar lainnya (Hindu, Budha, Parsi Zorodastiyah). Ketika datang sebagai agama baru dan terus menyebar, ia ditentang terus oleh pemuka dan penganut agama-agama tersebut.

  • Alasan Pribadi

Agama Islam dalam aqidahnya menghapus semua agama dan ideologi sebelumnya. Ia adalah risalah universal. Ia menyatakan bahwa Islam adalah agama yang paling benar, yang lain tidak. Aqidah dan ajaran ini terus menjadi tantangan bagi penganut agama lain, dan mereka terus berusaha membenci, memusuhi dan memerangi Islam.

  • Alasan Politik

Pokok ajaran agama Islam adalah bahwa islam adalah agama, negara dan  masyarakat. Berlaku sejak periode Mekkah, Madinah hingga masa khalifah dan kerajaan / pemerintahan setelahnya.

  • Alasan Sosial Budaya

Islam datang dengan budaya khas. Masyarakat yang dipanggil oleh islam, sebelumnya dan sampai hari ini adalah masyarakat dengan budaya dan tradisi masing-masing. Bahkan yang telah masuk islam-pun sebagian masih mempertahankan budaya mereka. Mereka berusaha menentang dan membenci budaya yang dibawa oleh Islam.

Tuduhan Awal Terhadap Islam

Sikaf benci dari orang-orang kafir kepada Islam, sebenarnya bukanlah hal yang baru. Karena sejak zaman rosulullah pun kebencian itu sudah ada. Hal ini bisa kita lihat pada fakta yang menuduh nabi Muhammad saw sebagai:

  • Orang gila

    وَقَالُوا۟ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ

    Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. (QS al-Hijr 6)

  • Penyihir yang pembohong

وَعَجِبُوٓا۟ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ ۖ وَقَالَ ٱلْكَٰفِرُونَ هَٰذَا سَٰحِرٌ كَذَّابٌ

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta“. (QS Shad 4)

  • Penyair gila 

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓا۟ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍۭ

Dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” (QS As-Safat 36)

Juga mereka menganggap al-Qur’an sebagai:

  • Dongeng

    إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

    Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu” (QS al-Mutaffifin 13)

  • Buatan yang mengada-ada

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ إِنِ ٱفْتَرَيْتُهُۥ فَلَا تَمْلِكُونَ لِى مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ ۖ كَفَىٰ بِهِۦ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۖ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al Quran)“. Katakanlah: “Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al Quran itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS al-Ahqaf 8)

Tujuan Orientalisme

Seperti dijelaskan di atas, karena islamofobia maka muncullah orientalisme, yang memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Tujuan Agama
  • Memerangi Islam dan mencari titik-titik kelemahan Islam. Di-antaranya meyakinkan bahwa Islam itu diambil dari Kristen dan Yahudi dan menjatuhkan kedudukan nabinya, dll.
  • Melindungi agama Kristen dari bahaya Islam dengan menutupi kebenaran Islam. Mengungkapkan kelemahannya dan memberi peringatan tentang bahaya Islam bagi agama Kristen.
  • Misionaris dan kristenisasi orang Islam.
Lihat juga  Meneladani Sahabat Nabi Menggapai Surga

2. Tujuan Perdagangan

Sebelum masa penjajahan untuk memperoleh bahan-bahan mentah bagi industri mereka.

3. Tujuan Politik dan Penjajahan (abad 19 dan 20)

Hampir semua negeri muslim dijajah, dari mulai Afrika Utara sampai wilayah Indonesia

Sejarah Awal Munculnya Orientalisme

Menilik ke belakang, munculnya orienalisme dimulai dari beberapa pergerakan dan fakta berikut ini:

  • Girarduy Uraliac / Pope Sylvester II (m 1003). Belajar ke Andalusia dan mengunjungi Qurawiyin.
  • Petrus Venerabilis (Andalusia-Islam m 711 M). Islam hambatan Kristen, Kamus Arab-Latin, Tahun 1143 awal terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Latin oleh Rabert Ketton.
  • Roger Bacon (m 1294) Inggris, Raymond Lull (m 1316) Andalusia. Untuk Kristenisasi perlu mempelajari bahasa Arab, memahami golongan mereka, dan mempelajari argumen untuk melawan, menjelaskan dengan bahasa Arab kelemahan Islam dan menarik mereka ke Kristen.
  • Konsili Gereja Wina tahun 1312. Memutuskan pendirian pusat-pusat studi Bahasa Arab di berbagai perguruan tinggi eropa.
  • Kemudian pada abad-abad selanjutnya:
    • 1539 pusat studi bahasa Arab pertama didirikan di Collège de France di Paris.
    • 1637 di Universitas Cambridge
    • 1613 di Universitas Laiden
    • Berbagai karya penting Islam sudah diterjemahkan (termasuk buku Ibnu Sina).
    • Misi Pusat Studi Arab di Cambridge: “Kita mempelajari bahasa Arab, selain untuk kemajuan keilmuan, juga untuk
      berkhidmat kepada negara dan raja melalui perdagangan dengan dunia timur Islam, dan memperluas penyebaran
      agama Kristen”.
    • Pada abad ke-19 dan 20, merupakan abad puncak dari gerakan orientalisme. Berbagai pusat studi ketimuran / keislaman berkembang pesat di Eropa. Berbagai jurnal / majalah tentang Islam terbit (1809 di Wina, 1890 di Paris, 1910 di Jerman, dan 1912 di Petersburg Rusia).
Orientalisme dan Penjajahan

Hubungan penjajahan dengan orientalisme sangatlah erat. Penjajah dapat memanfaatkan para orientalis untuk memahami agama dan masyarakat yang dijajah, untuk mengekalkan penjajahan / kekuasaan mereka. Hal ini dapat dilihat pada fakta berikut:

  • Kisah Christiaan Snouck Hurgronje (m 1936). Pada tahun 1885 pergi ke Makkah (berhaji), dengan nama Abdul Ghafar, untuk pemerintah penjajah Belanda di Indonesia
  • Karl Heinrich Backer (m 1933). Penjajahan Jerman di Afrika
  • Berthold (m 1930). Penjajahan Rusia pada Asia Tengah
  • Antoine Isaac Silvestre de Sacy (1838), LouisnMassignon (m 1962). Penasehat urusan keislaman pemerintah penjajahan Prancis di aljazair / Afrika Utara.
  • Pusat-pusat studi Bahasa Arab dan Keislaman di Inggris juga bekerja untuk kepentingan penjajahan Inggris di negeri- negeri Muslim. Kebijakan-kebijakan penjajahan diambil atas dasar nasehat para orientalis di pusat-pusat tersebut.
Peran Orientalis

Beberapa peran yang dilakukan para orientalis adalah sebagai berikut:

  • Mengajar di universitas / perguruan tinggi
  • Mengumpulkan berbagai manuskrip Islam
  • Meng-edit dan menerbitkan kitab-kitab karya ulama Islam
  • Menterjemahkan karya-karya Islam ke bahasa Latin / bahasa Eropa
  • Mengarang berbagai buku dan makalah dalam berbagai bidang keislaman.
Jenis-jenis Orientalis
  • Penyebar kebohongan. Menyebarkan kebohongan dan fitnah tentang Islam
  • Oportunis. Kepentingan materi dari perdagangan dan penjajah
  • Mengkaji secara Ilmiah tapi untuk tujuan mencari kelemahan Islam
  • Mengkaji Islam secara objektif. Di antara mereka ada yang masuk Islam. Karya-karya mereka sangat bermanfaat.
Di antara Pendapat Orientalis
  • Al-Quran bukan wahyu dari Allah SWT melainkan karya Nabi Muhammad. Bahwa Al-Quran adalah jiplakan dari Perjanjian Injil. Muhammd belajar dari pemuka agama Kristen, dll.
  • G. Sale dalam kata pengantar terjemahan al-Qur’an bahasa Inggris tahun 1736, berkata:
    “Sedangkan Muhammad adalah pengarang Al-Quran dan pembuat utamanya adalah hal yang tidak perlu didebatkan
    lagi..”. Demikian juga dalam edisi bahasa Prancis.
  • Richard Bell dalam bukunya pengantar Al-Qur’an (1938) mengatakan bahwa nabi Muhammad dalam mengarang Al-Qur’an banyak menjiplak Bibel dan perjanjian lama.
  • Hadits bukan dari Rasulullah
    Ignác Goldziher (m 1850)-  Muhammedanische Studien– ia menganggap hadis bukan dari Rasulullah. Tapi merupakan ringkasan dari perkembangan keagamaan, sejarah dan masyarakat Islam selama dua abad setelah wafatnya Rasulullah, karya ulama di masa bani Umayah.
  • Syariah / hukum Islam diambil dari hukum dan peraturan kerajaan Romawi yang disesuaikan dengan keadaan politik
    masyarakat Arab.
  • Filsafat Islam adalah filsafat Yunani.
  • Penyebaran Islam dengan Pedang. Muir “Pedang Muhammad dan al-Quran merupakan dua musuh paling besar yang diketahui dunia sampai hari ini, musuh peradaban, kebebasan dan kebenaran”.
Lihat juga  Beragama Islam Dengan Penuh Kepasrahan
Apakah Orientalisme Sekarang Masih Ada?

Jawabannya YA. Orientalisme masih ada sampai saat ini. Tujuannya apa? Sama, yakni tetap memusuhi Islam. Karena sampai saat ini Barat adalah:

  • Pusat riba dalam sistem keuangan global
  • Pusat bisnis pornografi
  • Pusat judi
  • Pusat alkohol/miras
  • Pabrik senjata

Sementara Islam menentang semua hal di atas.

Apa Bentuk Orientalisme Modern?

Bentuk orientalisme di zaman sekarang wujudnya berupa:

  • Pusat kajian Islam di Barat
  • Para peneliti Barat yang mengkaji dan melakukan penelitian di dunia Islam
  • Mahasiswa / Peneliti kita yang menulis tentang Indonesia / Islam
  • Proyek-proyek bantuan dana dari negara-negara Barat untuk berbagai penelitian di berbagai pusat studi dan penelitian yang ada di Indonesia
  • Mencipta corong-corong yang bersuara untuk mereka
  • Charlie Hebdo, pada awal September 2020, koran satir Prancis. Mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad. Langkah itu dilakukan sehari sebelum persidangan untuk mengadili tersangka pelaku terorisme yang menyerang kantor mereka pada 2015 digelar.
  • Ucapan yang menghina. Menyebut umat Islam dengan nama “kadrun” (kadal gurun) dan sebutan lain yang merendahkan.
  • Tindakan diskriminatif. Membatasi kebebasan beragama dan beribadah bagi umat Islam. Mendiskriminasi umat Islam dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Kasus Jilbab di IKN, sekolah dan di tempat kerja.
  • Narasi Negatif. Mengaitkan Islam dengan terorisme dan ekstremisme. Bahwa umat Islam adalah radikal dan intoleran.
PEGANGAN KITA Selamanya

Menghadapi orientalisme dan islamofobia, kita tetap harus memiliki pegangan, agar tetap berada di jalan Islam selamanya. Meyakini bahwa: 

#1. Rasullah dan risalahnya tidak seperti yang dituduhkan

وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. (QS at-Takwir 22)

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تُؤْمِنُونَ

Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. (QS al-Haqqah 41)

#2. Hati-hati dalam menerima berita

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.

Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS al-Hujarat 11)

#3. Kejayaan tetap untuk Islam

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَآ إِلَى ٱلْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ ٱلْأَعَزُّ مِنْهَا ٱلْأَذَلَّ ۚ وَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya”. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (QS al-Munafiqun 8)

—–+++++—–

Dikutip dari pengajian ba’da Shubuh 25 Januari 2025, Mesjid Raya Pulo Asem, Jakarta Timur, Penceramah: Ust DR Usman Syihab MA.

Ust DR Usman Syihab MA
  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *