Kamis, 22 Feb 2024
Isra Mi'raj

Memetik Hikmah Peristiwa Isra dan Mi’raj

Hikmah Isra Mi’raj

Di bulan rajab ini, terdapat peristiwa besar dalam kalender islam yaitu Isra dan Mi’raj. Suatu perjalanan nabi Muhammad ﷺ di malam hari dari mesjid Haram di Mekkah ke mesjid Aqso di Palestina, serta naik menuju langit ketujuh sidrotul muntaha. Peristiwa ini dilukiskan dalam al-Qur’an QS al-Isra 1 dan An-Najm.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Ada banyak hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa Isra dan Mi’raj ini, salah satu diantaranya adalah sebagai berikut:

#1. Iman yang Kuat akan Diiringi oleh Cobaan

Peristiwa Isra dan Mi’raj terjadi sebagai penghibur bagi diri rosullulloh ﷺ setelah ia mengalami kesedihan yang mendalam atas meninggalnya paman Abu Thalib dan istri tercinta Khadijah. Selain itu, pada waktu yang bersamaan beliau mengalami tekanan dakwah yang sangat berat dari orang kafir quraisy. Semua ini merupakan ujian dalam mendakwahkan islam dan ia tetap tegar menjalaninya.

Sebagai bukti kasih sayang Alloh, Dia (Alloh) akan menguji setiap hamba yang sedang meniti keimanan, untuk benar-benar membuktikan, mengukuhkan, dan meningkatkan keimanannya. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang maka semakin tinggi pula tingkat cobaannya.

Saat kita dalam keadaan sholeh dan tertimpa masalah atau musibah, maka itu adalah indikasi sayangnya Alloh kepada kita agar bisa meningkatkan keimanan. Namun sebaliknya, jika kondisi kita sedang dalam maksiat, maka musibah itu adalah hukuman.

#2. Carilah Keberkahan dengan Meningkatkan Iman dan Taqwa

Alloh mengatakan dalam QS al-Isra I di atas, bahwa Mesjid Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam diberikan keberkahan. Pelajaran yang bisa kita ambil, agama Islam selalu mendekatkan pemeluknya kepada kebaikan dan keberkahan. Setiap aktivitas hidup sehari-hari misal makan, minum, berpakaian, ke kamar mandi, menikah, dan lain-lain selalu diorientasikan untuk mendapatkan keberkahan seperti tercermin dalam do’a yang kita bacakan. Maka berlomba-lombalah mencari keberkahan hidup.

Banyak cara untuk menggapai keberkahan itu misalnya menghadiri majlis ilmu untuk menambah wawasan islam, mempelajari al-Qur’an, memperbanyak berzikir, peduli lingkungan dan keluarga, kesholehan sosial dan lain sebagainya.

#3. Islam Dihidupkan Melalui Dakwah

Saat peristiwa mi’raj, nabi muhammad ﷺ dipertemukan dengan para nabi dan rasul pendahulu yang sama-sama mengajak manusia bertauhid kepada Alloh. Pada dasarnya misi kenabian adalah dakwah, sebagaimana tertera dalam QS Yusuf 108,

قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

” Katakanlah (Muhammad), Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kamu kepada Alloh dengan yakin, Maha suci Alloh, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik”.

Maka janganlah setiap diri kita tidak memiliki peran dalam berdakwah yang dilandasi ilmu dan keyakinan.

Dakwah merupakan salah satu fondasi islam yang tidak hanya diwakilkan ke ulama. Setiap orang memiliki kewajiban yang sama untuk berdakwah sesuai dengan kapasitasnya agar memberikan pemahaman yang lurus kepada setiap orang di sekitarnya.

++++++

Pengajian Minggu, 18 Juli 2009, Mesjid Darussalam Kota Wisata, Narasumber: Ust. Mirdas Ekayora Lc

Tags:artikel islamhikmah isra mi’rajIsra miraj


Baca Juga

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *