Menghormati Mesjid: Adab dan Etika

By Nasehat Islam Last Updated On 16 October 2023 2 Comments
Mesjid, Rumah Alloh
Mesjid, Rumah Alloh

Mesjid memiliki fungsi sentral dan strategis dalam ajaran Islam. Ia tidak hanya sebagai pusat beribadah namun juga sebagai pusat pembinaan IMAN setiap muslim. Mesjid disebut Baitulloh atau ‘Rumah’ Alloh SWT. Rahmat Alloh SWT yang disediakan di bumi adalah di mesjid. Begitu pentingnya peran dan fungsinya, saat nabi berhijrah ke Medinah, bangunan yang pertama kali beliau bangun ialah mesjid bukan rumah.

Sejatinya, mesjid adalah tempat khusus yang diperuntukkan untuk beribadah, berdzikir, dan kegiatan lain yang termasuk kategori ibadah. Mesjid adalah tempat turunnya malaikat yang membawa rahmat bagi yang ada di dalamnya. Tidak ada sebuah pertemuan di mesjid yang di dalamnya terdapat dzikir dan membaca al-Quran, kecuali malaikat turun memberi rahmat.

Dalam QS Jin ayat 18, Alloh SWT berfirman,

وَأَنَّ ٱلْمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

Nabi Muhammad saw bersabda,

مَنْ بَنَى لِلهِ مَسْجِدًا صَغِيرًا كَانَ أَوْ كَبِيرًا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الجَنَّةِ

Barangsiapa membangun masjid karena Allah, kecil atau besar, maka Allah membangun baginya rumah di surga”. (HR al-Tirmidzi).

Alloh SWT berfirman dalam QS al-Baqoroh 114,

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ وَسَعَىٰ فِى خَرَابِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَآ إِلَّا خَآئِفِينَ ۚ لَهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌ وَلَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.”

Alloh berfirman juga dalam QS at-Taubah 18, 

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

“Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Karena mesjid memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia seperti dijelaskan dalam ayat dan hadits di atas, maka menyikapinyapun haruslah penuh dengan tata krama dan aturan. Tidak sembarang orang bisa masuk dan menyikapinya apa adanya.

Lihat juga  Memetik Hikmah Peristiwa Isra dan Mi’raj
Berikut adalah adab dan etika saat kita menuju dan berada di mesjid:
  1. Saat hendak ke mesjid, hendaklah membersihkan tubuh dengan cara berwudhu dan berpakaian dengan pakaian yang bagus dan rapi. يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
    “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid…” (QS. al-A’raf 31)
  2. Saat berangkat dari rumah mulailah melangkah dengan kaki kanan
  3. Ketika mau memasuki, melangkahlah dengan kaki kanan, lalu berdoa untuk minta ampunan dan dibukakanlah pintu rahmat Alloh
  4. Saat masuk mesjid, janganlah langsung duduk kecuali sholat 2 rokaat (Tahiyyatul masjid)
  5. Selanjutnya duduk, dan lakukan 2 hal yakni berdikir atau membaca al-Quran. Kalau hendak sholat lakukanlah seolah-olah ‘berbicara’ dengan Alloh. Barang siapa yang duduk di mesjid, maka ia duduk dengan Alloh. Janganlah bicara kecuali yang baik-baik saja
  6. Berhati-hatilah untuk membicarakan urusan dunia (ekonomi praktis) saat berada di mesjid. Nabi pernah bersabda, «إذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ، أَو يَبْتَاعُ فِي المَسْجِدِ، فَقُولُوا: لاَ أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَكَ».Jika kalian melihat seseorang berjual beli di dalam masjid, katakanlah kepadanya, ‘Semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada perdaganganmu.’” (HR. An-Nasai dan Tirmidzi). Jadi berhati-hatilah, jangan sampai membicarakan urusan dunia di mesjid, karena Alloh tidak membutuhkannya.
  7. Bertanggungjawablah jika membawa anak-anak ke mesjid. Hindari mengotori kesucian dengan buang air kecil atau besar anak-anak. Awasi anak agar tidak membuat gaduh dan berisik saat melakukan sholat. Jangan membuat anak kesel lalu berdiri, dan berlari-lari sehingga mengganggu ke-khusyuan sholat kita dan orang lain.

Demikian ulasan seingkat mengenai adab dan etika di mesjid. Semoga kita dan keluarga diberikan kecintaan yang dalam dan konsisten memakmurkan mesjid di mana pun berada.

++++++

Dikutip pengajian sabtu, 27 Maret 2010, Mesjid Darussalam Kota Wisata, Narasumber Syeikh Yusuf & Drs H Aseph Aounudin MSc

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

2 thoughts on “Menghormati Mesjid: Adab dan Etika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *