Menjadi Lebih Baik di Tahun Depan

By Nasehat Islam Last Updated On 26 December 2023 1 Comment
menjadi lebih baik
menjadi lebih baik

Sebentar lagi, kita akan mengakhiri tahun ini dan menyongsong tahun depan. Meninggalkan segenap perbuatan yang telah diperbuat dengan sejuta harapan dan permasalahan. Kadang  memberi warna positif, kadang memberi warna negatif. Seorang muslim yang jujur dengan komitmen keislamannya, hendaknya dari waktu ke waktu berusaha meningkatkan derajat (value) dirinya, terutama dalam keimanan dan ketaqwaan. Hari esok harus menjadi lebih baik dari sekarang dan masa lalu.

Agar menggapai tujuan ini, diperlukan sebuah sarana / washilah, sebagai jembatan untuk menjadi lebih baik di tahun depan. Kebaikan yang mencakup keseluruhan aspek kehidupan; yakni ibadah, mendidik anak, berkah rumah tangga, pendidikan, pekerjaan, dan urusan lainnya. Sarana / washilah itu bisa kita uraikan sebagai berikut:

#1. Menghadirkan Pengakuan Banyaknya Dosa

Kesalahan terbesar manusia dalam hidupnya manakala ia merasa sudah banyak beramal, sempurna dan tidak berdosa. Sikap ini tentunya harus dihindari, karena salah satu ciri seseorang yang akan diwarisi surga baginya tatkala ia merasa kurang dan banyak dosa. Rosululloh ﷺ sebagai orang yang sempurna pun setiap harinya beristighfar minimal 100 kali, ibadahnya luar biasa, bahkan kakinya bengkak karena sholat tahajud.

Merasa banyak dosa dan memperbanyak istighfar merupakan salah satu cara menjadi lebih baik di kemudian hari. Dengannya akan menjadi solusi setiap permasalahan hidup. Saat seseorang mengadu problem hidupnya kepada imam Hasan al-Basri, misalnya belum dikarunia anak, tanah kering karena tidak hujan, dan lain-lain, sang imam selalu memberi solusi ‘perbanyaklah istighfar!’. Kenapa sang imam memberi solusi itu? karena Alloh-lah yang menyampaikan rumus tersebut, sebagaimana terdapat dalam QS Nuh 10-12.

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”.

#2. Membuka Diri Menerima Nasehat Orang Lain

Lihat juga  Tahun Baru Sebagai Momentum Introspeksi Diri

Tidak akan maju seseorang yang dalam hidupnya menutup diri dari nasehat orang lain. Biasanya kita kurang cerdas mendeteksi atau mengevaluasi kekurangan diri sendiri dibandingkan orang lain. Untuk itu, jadikanlah nasehat orang lain sebagai sarana untuk memacu diri ke arah menjadi lebih baik.

Pentingnya menerima nasehat orang lain untuk proses perbaikan diri, bisa kita lihat dari beberapa kisah sahabat di zaman rosulullah ﷺ . Salah seorang sahabat dipuji rosul ﷺ  di hadapan sahabat lainnya dengan sebutan ‘hamba yang paling baik’. Hati sahabat tersebut berbunga-bunga karena menerima pujian rosul ﷺ. Namun rosul ﷺ melanjutkan perkatannya sebagai nasehat penting buat sahabat itu dengan mengatakan, ‘Hamba terbaik kalau seandaikan engkau rajin sholat tahajud’. Maka sejak saat itu, sahabat tidak pernah meninggalkan tahajud, karena ia menerima nasehat rosul ﷺ.

Begitu pula saat seorang anak yang sedang makan dengan tangan kiri, rosul ﷺ menasehati, “Wahai anak, sebutlah Alloh, makanlah dengan tangan kanan, dan makan yang dekat denganmu. Sang anak itu pun menerima nasehat nabi ﷺ dengan tidak melakukan kesalahan itu lagi di kemudian hari. Umar bin Khatab sangat mengapresiasi orang yang memberi tahu kekurangan dirinya, “Sungguh semoga Alloh memberi rahmat kepada yang menghadiahkan aku kekurangan”.

#3. Menghadirkan Kerinduan Terhadap Lingkungan yang Baik

Sarana ketiga untuk menjadi lebih baik adalah dengan menghadirkan lingkungan yang baik buat diri dan keluarga. Seseorang tidak sholeh bukanlah karena ia tidak mau sholeh, namun biasanya karena lingkungan yang tidak mendukung. Untuk itu menciptakan lingkungan yang sholeh patut dilakukan oleh setiap individu.

Seorang ayah sangat berharap anaknya menjadi anak yang sholeh. Namun jangan harap hal itu terwujud kalau suasana rumah tidak kondusif menciptakan anak yang sholeh. Anaknya dibiarkan saja  menonton TV atau internet yang tidak mendidik, anak jauh dari alunan ayat al-Quran, kurang mengenal sholat dan mesjid, serta menyekolahkan anak ke institusi yang minim pendidikan islam.

#4. Menyikap Permasalahan Secara Proporsional

Hidup selalu dihadapkan dengan permasalahan. Dan adakalanya masalah akan kian banyak dan runyam tatkala menyikapi permasalahan itu secara tidak proporsional. Seorang bijak mengatakan, “Peraslah jeruk sehingga menjadi minuman manis. Semula asam lalu dikasih gula, sehingga menjadi minuman yang menyejukkan dan bermanfaat”.

Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengubah kekalahan menjadi kemenangan, mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, dan mengubah musibah menjadi keberkahan.

Lihat juga  Saatnya Introspeksi Diri di Akhir Tahun

Rosulullah ﷺ diusir untuk hijrah tempat kelahiran mekah, tidaklah disikapi sebagai sesuatu kekalahan, namun sebagai sebuah kemenangan. Dengan hijrah, komunitas muslim semakin kuat dan pada akhirnya mampu merebut kembali kota Mekkah. Begitu pula banyak ulama-ulama besar, mereka bisa menghasilkan karya luar biasa untuk peradaban manusia, saat mereka terkurung dalam penjara, terkungkung dalam sumur tua, terusir dari kota kelahiran, bahkan ada yang lumpuh secara fisik.

Menghadapi tahun depan, mari kita kobarkan semangat dan cita-cita menuju kehidupan yang menjadi lebih baik buat diri, keluarga dan orang-orang yang dicintai. Kalau tidak sekarang, mau menunggu sampai kapan?.

Bukankah kita selalu menyaksikan, betapa banyak orang yang kita kenal dipanggil ke hadapan-Nya dengan beragam cara. Kematian bisa datang kapan saja. Inilah momentum yang tepat untuk mengeavaluasi dan menata hidup menjadi lebih baik di tahun mendatang. Menggapai hidup yang sesuai dengan kehendak dan ridho Alloh, sehingga kita siap dipanggil kapan dan di mana saja.

++++++

Dikutip dari khutbah Jum’at, 24 Desember 2010, Mesjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Narasumber: Ustadz Ahmad Khusyairi Suhail, M.A.

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

One thought on “Menjadi Lebih Baik di Tahun Depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *