Pelajaran Al-Quran: Redaksi SOAL-JAWAB

By Nasehat Islam Last Updated On 27 October 2023 0 Comments
Bertanya untuk diamalkan
Bertanya untuk diamalkan

Al-Quran diturunkan memuat petunjuk bagi seluruh umat manusia. Isi kandungannya dikomunikasikan oleh Alloh dengan berbagai macam variasi redaksional. Ada yang berupa perintah, larangan, sumpah, perumpamaan, deskripsi peristiwa, Soal-Jawab, dan lain sebagainya. Hal ini pasti ada maksudnya, agar manusia mendapatkan pelajaran al-Quran. Mempelajari dan menghayati ayat demi ayat serta mengamalkannya dalam hidup keseharian.

Terkait dengan redaksional “SOAL-JAWAB”, kita akan banyak menemukannya dalam al-quran. Cirinya adalah menggunakan kata YAS ALUUNAKA, يَسْـَٔلُونَكَ yang artinya “Mereka bertanya kepadamu Muhammad”. Misalnya al-Baqoroh 219 يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ (Mereka Bertanya kepadamu tentang khamar dan judi..), al-Isra 85 وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ (Dan meraka bertanya kepadamu tentang ruh), al-Anfal 1 يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ ۖ  (Mereka menanyakan kepadamu tentang pembagian sisa rampasan perang), dan lain-lain.

Bagaimana memahami redaksional ini dan pelajaran al-Quran apa yang bisa diambil darinya?

Berdasarkan pemahaman para ahli tafsir, setidaknya ada dua kategori redaksional al-quran yang terkait dengan soal-jawab, yakni sebagai berikut:

Redaksional #1. Jawaban Yang Sesuai dengan Pertanyaan

Kategori ini memiliki karakteristik jawaban yang diberikan sesuai dengan keinginan penanya. Misalnya bisa kita jumpai dalam QS al-Anfal 1.

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ ۖ قُلِ ٱلْأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ

“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentan pembagian sisa rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Alloh dan Rosul…”

Sebab turunnya ayat ini adalah setelah kaum muslimin memenangkan peperangan, semua rampasan perang dibagikan oleh nabi Muhammad saw kepada para sahabat. Setelah proses pembagian selesai ternyata masih ada sisa rampasan perang, dan para sahabat saling berebut untuk mengambilnya.

Para sahabat menyadari bahwa hal ini sebuah kekeliruan, lalu mereka bertaubat dan datang menemui rosul meminta petunjuk / fatwa-nya. Maka turunlah jawaban Alloh atas pertanyaan sahabat ini yakni, “Katakanlah anfal adalah milik Alloh dan rosul”, sehingga yang berhak membagikannya adalah Alloh melalui rosul-Nya.

Dari kisah ini kita bisa melihat bahwa jawaban yang diberikan Alloh memiliki korelasi langsung atau sesuai dengan keinginan para sahabat.

Redaksional #2. Jawaban Yang  Tidak Sesuai dengan Pertanyaan

Lihat juga  Hambatan BerIslam Sesuai al-Quran dan Sunnah

Selain karakteristik di atas, ternyata ada redaksi TANYA-JAWAB dalam al-Quran yang jawabannya tidak sesuai dengan keinginan penanya. Contohnya bisa kita lihat dalam al-Baqoroh 189

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِىَ مَوَٰقِيتُ لِلنَّاسِ وَٱلْحَجِّ

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, Itu adalah (petunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.”

Sebab turunnya ayat ini adalah para sahabat menanyakan tentang hal yang berhubungan dengan bulan. Mengapa penampakan bulan mulanya kecil (seperti bulan sabit), lalu seiring waktu membesar hingga tampak bulat penuh di saat bulan purnama.

Lalu Alloh menjawab pertanyaan ini dengan jawaban yang tidak sesuai dengan keinginan pikiran sahabat . Alloh menjawab dengan hal yang lebih esensial dan substansial yakni mengkaitkan bulan dengan kerja dan ibadah, bukan semata pengetahuan. 

Berdasarkan ayat ini, para ulama memberikan penafsiran, bahwa Islam adalah agama KERJA / AMAL. Sungguh al-Quran memberikan perhatian yang lebih terhadap sebuah  kinerja atau produktivitas. al-Quran tidak memberikan ruang terhadap sesuatu yang hanya berupa wacana atau rekreasi intelektual, tanpa ada hasil yang memberikan manfaat buat diri dan orang lain.

Begitulah dua karektetistik redaksional “SOAL-JAWAB” yang bisa kita pelajari. Dan beberapa pelajaran al-Quran yang bisa kita ambil darinya adalah sebagai berikut:

  1. SOAL-JAWAB merupakan salah satu strategi al-Quran dalam menyampaikan petunjuk kepada manusia sehingga bisa menggunakannya
  2. Pentingnya menyampaikan islam dengan kreatif , variatif, inovatif, dan dinamis  (tidak monoton)
  3. Perlu memiliki semangat YAS ALUUNAKA يَسْـَٔلُونَكَ (Bertanya) saat menemui masalah dan kembali kepada al-Quran sebagai solusinya
  4. Rekreasi intelektual yang tidak ada hubungannya dengan kerja sebaiknya dijauhi. Bertanyalah untuk diamalkan, bukan untuk mengetes atau menyudutkan golongan lain.

++++++

Dikutip dari Pengajian malam Ahad, 14 April 2012, Mesjid Darussalam Kota Wisata, Narasumber DR Ahzami Samiun Jazuli

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *