Kamis, 22 Feb 2024
Romadhan

Romadhan: Pertemuan Dua Cahaya

Pertemuan Dua Cahaya

Dalam Al-Quran QS Al-Baqoroh 185 dijelaskan bahwa di bulan romadhan ini, Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia.

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Romadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…”

Kalau kita cermati, ada kombinasi unik dari peristiwa ini, kenapa Al-Quran diturunkan di bulan romadhan? Bukan di bulan lainnya?

Para ahli tafsir menerangkan bahwa peristiwa ini merupakan perpaduan dua cahaya, yakni cahaya Romadhan dan cahaya Al-Quran. Diturunkannya Al-Quran yang agung dan suci membutuhkan dimensi ruang yang suci yakni romadhan. Romadhan bagaikan lorong waktu, yang padanya setiap kebaikan dilipat gandakan nilainya. Siapa yang berhasil mengikuti lorong waktu itu, maka ia akan mencapai derajat taqwa.

Secara bahasa, romadhan bermakna panas atau membakar. Artinya, dalam dimensi ruang dan waktu dibakarlah dosa-dosa manusia dengan amal shalehnya.  Berdasarkan QS Al-Qadr ayat 1, di antara interval waktu bulan romadhan itu, ternyata ada satu ruang waktu yang lebih dahsyat lagi nilainya, yakni malam kemuliaan atau malam Lailatul Qadr. Pada malam itulah al-Quran diturunkan Alloh secara utuh, dan selanjutnya diturunkan ke nabi muhammad saw secara bertahap dalam bentuk perintah dan larangan.

Kalau dalam hidup ini kita membuat skala prioritas, maka jawaban yang keluar haruslah Al-Quran, Al-Quran, dan  Al-Quran. Al-Quran haruslah menjadi pegangan utama kita dalam menjalani hidup ini. Kalau kita menyebut seseorang di dunia ini, yang kepadanya dunia sujud dan harta mengemis, maka orang itu adalah nabi Muhammad saw. Dan kekuatan yang menjadikan nabi Muhammad seperti itu adalah Al-Quran.

Diperlukan usaha-usaha yang cerdas agar Al Quran mampu menginstal ke dalam diri, logika dan jiwa kita, salah satunya dengan cara membakar dosa dengan kesucian amal sholeh di bulan ini.

Al-Quran memiliki caranya sendiri untuk masuk ke dalam diri dan hati manusia. Begitu banyak orang di muka bumi ini dengan derajat keilmuan yang tinggi mengakui bahwa Al-Quran itu sangat dahsyat isinya. Namun hati mereka tidak mengimani bahwa Al-Quran ini datangnya dari Alloh swt.

Siapa saja yang berani berkata tidak sulit dan sungguh-sungguh ingin mempelajari Al-Quran, niscaya Al-Quran akan mengikutinya, sehingga ia akan diberi pemahaman. Dalam al-Quran sendiri dikatakan bahwa Al-Quran itu telah mudahkan oleh Alloh untuk dijadikan pelajaran bagi umat manusia.

Jadikanlah momentum romadhan kali ini, untuk sungguh-sungguh meyakini, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran. Dan Al-Quran akan jadi mudah dan bekerja untuk Anda.

++++++

Dikutip dari Kultum Tarawih, 22 Agustus 2009, Mesjid Kota Wisata Cibubur, narasumber: Ustadz Bahtiar Nasir Lc

Tags:puasaRomadhanust bahtiar nasir


Baca Juga

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *