Tafsir Quran Surat Al-Falaq (Shubuh)

By Nasehat Islam Last Updated On 25 March 2024 0 Comments
Berdo’a Menjelang Malam
Berdo’a Menjelang Malam

Quran Surat al-Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

2. dari kejahatan makhluk-Nya,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ

4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

Pengantar

Surat Al-Falaq termasuk ke dalam kelompok surat Makiyah, yaitu surat yang diturunkan sebelum peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah. Surat ini berjumlah 5 ayat. Surat yang mulia ini diturunkan setelah surat al-Fil. Penamaan surat al-Falaq diambil dari yang terdapat pada ayat ke lima, yang secara umum diartikan shubuh.

Makna Kalimat

  • Secara umum al-falaq berarti subuh, begitu pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, Ibnu Zaid dan al-Qurthubi. Ibnu Abbas (dalam salah satu pendapatnya), Ubai bin Kaa’b mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-Falaq adalah sebuah bangunan rumah di dalam neraka Jahannam, apabila dibuka maka berteriaklah semua penghuni neraka Jahannam itu karena panasnya.
  • Ghasiqin, artinya malam.
  • An-Nafaatsaat, adalah tukang sihir perempuan. Mereka ini adalah para tukang sihir perempuan yang menjampikan mantra-mantra jampian mereka pada buhul-buhul yang telah mereka perbuat.
  • Hasidin, artinya adalah orang yang hasad. Orang yang hasad adalah orang yang menginginkan hilangnya berbagai kebaikan dari orang yang tidak di-inginkannya. Dan dia berusaha untuk melenyapkan kebaikan dari orang tersebut.

Penjelasan Ayat

Ayat Allah yang mulia ini mengandung banyak pelajaran yang sangat berharga bagi ummat ini, di antaranya:

  • Islam mensyariatkan kepada ummatnya agar senantiasa memohon berlindung kepada Allah dari berbagai kejahatan makhluk terutama di waktu malam dengan membaca surat ini.

Aisyah semoga Allah meridhainya berkata:

Bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam (pada suatu malam) melihat ke bulan, la berkata kepadaku: Wahai ‘Aisyah, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan ini. Sesungguhnya ini adalah kegelapan malam apabila gelap gulita. (HR. At-Turmudzi, dengan mengatakan hadits ini Hasan Shoheh).

  • Surat al-Falaq termasuk ke dalam surat yang bisa dijadikan sebagai salah satu pengobatan (ruqyah syariyah). Sebagaimana yang terdapat dalam satu riwayat yang bersumber dari ‘Aisyah, ia pernah berkata:

Bahwa Nabi shalllahu’alaihi wasallam apabila sakit, beliau membacakan surat al-falaq dan surat annas atas dirinya, lalu meniupnya. Apabila sakitnya semakin kuat, aku yang membacakan kedua surat tersebut kepada beliau dan aku usapkan dengan tanganku, (hal itu aku lakukan) karena mengharapkan keberkahan dari surat tersebut. (HR. Bukhary).

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa:

Bahwa malaikat Jibril ‘alaihissalam datang menemui Nabi shallallahu’alaihi wasallam, seraya berkata: Engkau sakitkah wahai Muhammad? Nabi menjawab: iya. Lalu Jibril berkata: Bismilah, aku akan meruqyahmu dari segala penyakit yang dapat mengganggumu, dan dari segala keburukan orang yang hasad dan ‘ain. Allah akan menyembuhkanmu. (HR. Muslim).

  • Di dalam surat yang mulia ini pula terdapat pelajaran yang sangat berharga bahwa perbuatan sihir itu termasuk ke dalam perbuatan syirik. Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang membuat buhul-buhul kemudian dia meniupnya, sesungguhnya dia telah mensihir. Dan barangsiapa yang mensihir sesungguhnya dia telah syirik. Dan barangsiapa yang mengantungkan sesuatu (sebagai jimat, isim) berarti dia telah bertawakkal (berserah diri) kepadanya. (HR. An-Nasai).

  • Uqbah bin A’ mir meriwayatkan dari Abdullah a-l Aslami bahwa:

Rasulullah shallallahualaihi wasallam meletakkan tangannya ke dadanya seraya bersabda: Katakanlah. Aku tidak tahu apa yang akan aku katakan. Kemudian beliau berkata kepadaku: Katakanlah. Lalu aku mengatakan: Qul huwallahu ahad (katakanlah Allah itu Esa). Kemudian beliau berkata kepadaku: Katakanlah. Lalu aku mengatakan: Qul a’udzu birabbil falaq, minsyarrima khalaq. sampai aku selesai membacanya, nabi bersabda kepadaku: Beginilah, maka berlindunglah.

  • Di dalam tafsir al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an, al-Qurthubi mengatakan bahwa:

Orang yang hasad (dengki) itu tidak akan mendapatkan apa-apa di dalam suatu majelis kecuali penyesalan; tidak mendapatkan apa-apa di sisi malaikat kecuali kutukan dan murka; tidak mendapatkan apa-apa dalam kesendirian kecuali keluh kesah; tidak mendapatkan apa-apa di akhirat kecuali kesedihan dan kebakaran (dibakar dengan api neraka); dan tidak mendapatkan apa-apa dari Allah kecuali dijauhkan dari rahmatNya dan kutukan.

++++++

Pengajian Ahad Shubuh, Mesjid Nur Romadhan Puloasem Utara Jakarta Utara, Penceramah: DR Darwis Abu Ubaidah.

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ~Admal Syayid~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *