Tafsir Quran Surat al-Quraisy

By Nasehat Islam Last Updated On 07 June 2024 1 Comment
Kab’ah, Kiblat Umat Islam
Kab’ah, Kiblat Umat Islam

Mari kita membaca dan memahami isi dari Quran Surat al-Quraisy.

1. Quran Surat al-Quraisy

لِإِيلَٰفِ قُرَيْشٍ

1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

إِۦلَٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ

2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas

فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ

3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah)

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

4. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan

2. Pengantar

Surat Al-Quraisy  ini terdiri dari empat ayat. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa surat ini tergolongan ke dalam surat Makiyah atau surat yang diturunkan sebelum hijrahnya Nabi ﷺ dari Makkah ke Madinah. Namun menurut Ad-Dhahak dan al-Kalabiy bahwa surat ini tergolong ke dalam surat Madaniyah, dan pendapat yang terkuat adalah yang pertama.

Penamaan surat ini dengan al-Quraisy diambil dari kalimat Quraisy yang terdapat pada ayat pertama.

Quraisy adalah nama salah satu suku dari bangsa Arab yang sangat dihormati, sebuah suku yang mendapat kehormatan untuk memelihara dan merawat Ka’bah.

Silsilah Suku Quraisy
Ka’bah tahun 1880

3. Kandungan Ayat
  • Suku Quraisy adalah turunan dari Bani An-Nadhir bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar.
  • Di dalam riwayat yang bersumber dari Wailah bin al-Asqa’ disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah memilih (memuliakan) Kinanah dari anak Ismail, memilih Quraisy dari turunan Kinanah, memilih bani Hsyim dari turunan Quraisy, dan memilih aku (Muhammad) dari bani Hasyim”. (HR. Bukhary).

  • Allah telah memberikan dua karunia besar kepada bangsa Arab Quraisy, yaitu berupa dua musim: Musim dingin dan musin panas:
    • Musim dingin mereka melakukan perjalanan dan perdagangan ke daerah Yaman, karena Yaman terkenal dengan hawa panasnya.
    • Musim panas mereka melakukan perjalan dan perdagangan ke Syam, karena di Syam termasuk daerah yang bercuaca dingin.
    • Pendapat lain mengatakan bahwa pada musim dingin mereka berada di Makkah sedangkan pada musim panas mereka pergi ke Thaif.
  • Nikmat Allah yang lainnya yang diberikan kepada bangsa Arab Quraisy adalah berupa rasa aman dan kecukupan pangan. Yang dalam bahasa al-Qur’an disebutkan dengan:
Lihat juga  Kemanusiaan Dalam Tinjauan al-Quran

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”.

  • Allah mengamankan mereka dari rasa ketakukan, karena Allah telah menjadikan kota Makkah sebagai Kota Haram, (kota yang dihormati), haram untuk melakukan berbagai tidak kejahatan di dalamnya, tidak boleh berbuat onar dan kekacauan.
  • Allah mengamankan mereka dari kelaparan dengan cara menjadikan setiap tahun orang-orang datang berkunjung ke Baitullah yang berada di kota Makkah dari berbagai penjuru untuk melaksanakan ibadah haji. Paling tidak ada tiga bulan dalam satu tahun kota Makkah menjadi pusat perdagangan Internasional, yaitu bulan Syawal, Zul Qa’dah dan Zul Hijjah.
Sertifikat Haji th 1205 M
  • Karenanya Allah memerintahkan kepada mereka, bangsa Arab Qureisy untuk beribadah, menyembah Zat Yang Mempunyai Ka’bah itu. Al-Qur’an menyebutkan:

فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ

“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik, rumah ini (Ka’bah)”

Bukan menyembah tuhan-tuhan lainnya, karena memang pada masa itu ada 136 berhala di sekitar Ka’bah yang menjadi sesembahan manusia di kala itu.

  • Jika disimpulkan, Allah memerintahkan kepada mereka, orang-orang Quraisy pada waktu itu untuk menyembah kepada:

Allah sebagai Pemilik Ka’bah yang agung itu

Allah sebagai Zat yang telah memberikan rezki kepada mereka

Allah sebagai Zat yang telah memberikan rasa aman kepada mereka

  • Dalam suatu kesempatan Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya”. (HR. Ibnu Majah)

+++++++

Pengajian Ba’da Shubuh, Mesjid Nur Romadhan Pulo Asem Utara Jakarta Utara, Penceramah Ust. DR. Darwis Abu Ubaidah MA.

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

One thought on “Tafsir Quran Surat al-Quraisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *