Tafsir Quran Surat An-Nas (Manusia)

By Nasehat Islam Last Updated On 24 March 2024 0 Comments 169
Berlindung Kepada Allah SWT
Berlindung Kepada Allah SWT

Quran Surat An-Nas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

مَلِكِ ٱلنَّاسِ

2. Raja manusia.

إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ

3. Sembahan manusia

مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ

4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاس

5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

6. dari (golongan) jin dan manusia

1. Pengantar

Surat ini terdiri dari 6 ayat, termasuk ke dalam golongan surat Makiyah, yaitu surat yang diturunkan sebelum peristiwa hijrahnya Nabi saw dari Makkah ke Madinah. Surat An-Nas ini diturunkan setelah surat Al-Falaq. Penamaan An-Nas diambil dari An-Nas yang berulang kali disebutkan di dalam surat ini. Dan An-Nas itu sendiri berarti manusia.

2. Makna Kalimat

  • Maliki berarti raja, jika ma dibaca panjang maka artinya Yang Menguasai.
  • Al-was was berarti bisikan, sedangkan al-Khannaas artinya yang tersembunyi
  • Al-Jinnati berarti jin, manakala dibaca al-Jannati maka artinya adalah kebun, taman atau surga.

3. Penjelasan Ayat

Surat yang mulia ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi ummat, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Surat yang agung ini mengandung tiga sifat Allah yang sangat agung, yaitu sifat Rububiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah Allah.
  • Surat ini mengandung perintah kepada Nabi Muhammad saw dan kepada kita agar memohon perlindungan kepada Allah, Sang Pencipta dan yang merajai manusia serta Tuhan Allah yang menjadi sembahan manusia dari segala bentuk kejahatan syetan.
  • Salah satu bentuk kejahatan syetan adalah dengan menampakkan perbuatan buruk menjadi baik dipandang oleh manusia. Di datangkannya keragu-raguan atau was-was ke dalam hati manusia agar tidak melaksanakan apa yang diperintahkan.
  • Karena itu selayaknyalah kita memohon pertolongan Allah dalam menjalankan berbagai perintahNya serta memohon perlindungan kepadaNya agar diselamatkan dari berbagai keburukan. Karena Dia- lah Allah yang menciptakan manusia, Dia-lah Allah yang mengatur kehidupan manusia, semua yang ada di alam semesta ini berada di dalam kekuasaanNya.
  • Sedangkan ayat yang berbunyi: مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ yang diartikan dari jin dan manusia, maka Al-Hasan berkata: Kedua-duanya itu adalah syetan. Syetan jin adalah yang berbisik di dalam dada (hati) manusia, sedangkan syetan manusia datang mengajak manusia berbuat maksiat (durhaka) dengan terang-terangan.
Lihat juga  Hambatan BerIslam Sesuai al-Quran dan Sunnah

Malik bin Dinar pernah berkata:

Pada suatu ketika, Abu Dzar al-Ghifari bercerita: Aku masuk ke dalam masjid dimana Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam juga berada di dalamnya, lalu aku duduk di dekatnya. Beliau bersabada kepadaku:

Wahai Abu Dzar, apakah engkau telah memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan syetan jin dan manusia? Aku bertanya kepada beliau: Apakah manusia juga punya syetan? Nabi menjawab: lya. (HR. An-Nasai).

  • Sesungguhnya bahwa manusia itu memiliki syetan terdapat keterangan di dalam al-Qur’an, surat al-An’am ayat 112:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيَٰطِينَ ٱلْإِنسِ وَٱلْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ ٱلْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”

  • Kemuliaan surat An-Nas ini juga dijelaskan di dalam sebuah hadits, sebagaimana yang diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda:

Tidakkah engkau melihat ada beberapa ayat tadi malam diturunkan kepadaku yang belum pernah ada seperti itu sekalipun, (yaitu) Qul a’udzubirabbil-falaq dan Qul a’udzubirabbinnas”. (HR. Muslim)

++++++

Pengajian Ahad Shubuh, Mesjid Nur Romadhan Puloasem Utara Jakarta Timur, Narasumber: DR Darwis Abu Ubaidah

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *