Tawadhu: Manifestasi dan Keuntungannya

By Nasehat Islam Last Updated On 11 October 2023 0 Comments
Menyembah Alloh SWT semata
Menyembah Alloh SWT semata

Keteraturan dalam hidup merupakan fitrah manusia. Jika nilai-nilai robbani yang tersurat dalam al-Qur’an sekali saja dilalaikan, maka akan timbul kerusakan. Salah satu contohnya adalah sifat kebohongan yang tersurat dalam kisah nabi Yusuf a.s. Sekali saudara-saudara nabi Yusuf a.s. melakukan kebohongan kepada orang tuanya, maka menyebabkan perbaikan-perbuatan buruk lainnya, yakni penganiyaan bahkan pembunuhan. Salah satu sifat lain yang termaktub dalam al-Quran untuk menciptakan keteraturan hidup manusia adalah Tawadhu.

Tawadhu memiliki makna perasaan rendah hati yang lahir dari perasaan seorang hamba bahwa Alloh SWT maha besar, mulia, dan agung. Tercantum dalam ayat al-Quran sebagai berikut:

وَاخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِيۡ

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu” (QS Asy syu’ara 215)

Manifestasi sifat ini dalam kehidupan, ditunjukkan oleh pola hidup yang selalu melihat kebaikan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Tidak boleh merasa diri lebih baik dari orang lain. 

Pola hidup lain adalah selalu ingat kematian dalam setiap sisi kehidupan kita. Anak dan harta tidak melalaikannya, sehingga terhindar dari sifat orang yang merugi. Pada dasarnya semua yang kita punya adalah milik Alloh SWT yang dititipkan kepada kita, sehingga tidaklah pantas untuk menyombongkan apa yang kita miliki. Lebih lanjut, kita bisa mencontoh sifat rosululloh ﷺ yang selalu duduk bersama dengan orang miskin, buta, jompo, dan sakit.  

Jika sifat ini, benar-benar kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, niscaya Alloh SWT akan memuliakan orang tersebut dan mengangkat derajatnya.

++++++

Dikutip dari pengajian subuh, tgl 29 April 2009, di Mesjid Kota Wisata Cibubur

Lihat juga  Karaktersitik Umat Nabi Muhammad
  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *