Tazkiyatun Nafs : Kunci Hidup Sukses Mulia

By Nasehat Islam Last Updated On 18 March 2024 0 Comments
Mensucikan Jiwa, Tazkiyatun Nafs
Mensucikan Jiwa, Tazkiyatun Nafs

Tazkiyatun Nafs secara umum diartikan sebagai usaha untuk membersihkan hati. Dalam kaitannya meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup, maka Tazkiyatun Nafs adalah satu syarat penting yang harus dijalani.

Tazkiyatun Nafs adalah salah satu ajaran yang sangat penting di dalam islam, karenanya Nabi Muhammad di utus oleh Allah SWT. Firman Allah dalam surat al-Jum’ah/62:2:

هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”

Juga dalam surat Ali Imran/3:164:

لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.

Berdasarkan ayat di atas, tugas yang diemban Rasulullah salah satunya terkait dengan Tazkiyatun Nafs:

  • يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ Membacakan ayat-ayat Allah, baik yang bersifat Qur’aniyah maupun yang bersifat Kauniyah
  • وَيُزَكِّيهِمْ Mensucikan jiwa (hati) mereka, dari berbagai kotoran syirik, maksiat dan berbagai prilaku buruk lainnya
  • وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ Mengajarkan kitab (al-Qur’an) dan hikmah (as-Sunnah)

Dalam ayat yang lain, Allah menyebutkan keterkaitan antara kebersihan jiwa dengan kebahagian hidup seseorang. Bahkan didahului oleh 11 sumpah Allah secara berturut-turut. (As-Syamsi/91:1-10)

Firman Allah berbunyi:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”.

Kata/kalimat mensucikan dan mengotori yang terdapat dalam ayat yang mulia ini adalah bentuk kalimat aktif. Aktif dapat berarti giat atau bergerak.

Dalam sebuah kalimat dapat dikatakan: Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya aktif, giat melakukan sesuatu.

Maksudnya adalah bahwa bersih tidaknya hati dan jiwa seorang hamba sangatlah bergantung kepada sejauh mana yang bersangkutan ikut aktif dalam usaha mensucikan hati dan jiwanya itu.

Pada saat ini, kita berada di bulan agung, bulan Ramadhan. Tempat memupuk iman dan membersihkan hati. Puasa Romadhan merupakan suatu proses pembersihan jiwa (Tazkiyatun Nafs) untuk meraih tujuan utama taqwa. Dan proses yang harus dijalaninya adalah 1) menahan dari yang membatalkan puasa, 2) menahan diri dari yang mengurangi nilai, dan 3) melakukan amalan yang memberi nilai tambah.

Jika derajat taqwa sudah diraih dengan proses Tazkiyatun Nafs, maka lahirlah berbagai sifat mulia serta jaminan hidup dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Sifat-sifat mulia orang yang bertaqwa:

  • Ikhlas, tidak riya
  • Sabar, tidak emosional
  • Bersyukur, tidak kufur nikmat
  • Pemaat, tidak dendam
  • Dermawan, tidak bakhill
  • Rajin, tidak pemalas
  • Dan lain-lain

Jaminan hidup dari Allah, dunia dan akhirat: .

  • Selalu ada Solusi (QS. At-Thalaq:2)

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”

  • Dimudahkan rezeki (QS. At-Thalaq:3)

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”

  • Dimudahkan urusan (QS. At-Thalaq:4)

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”

  • Dihapus kesalahan, dilipatgandakan pahala (QS. At-Thalaq:5)

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ وَيُعْظِمْ لَهُۥٓ أَجْرًا

dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.”

  • Diperbaiki amal, dihapuskan dosa (QS. Ak- Ahzab:70-71)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”.

  • Disediakan surga yang luas (QS. Ali Imran: 133)

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”

Banyaklah berdo’a kepada Allah:

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Zaid bin Argam ra, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah berdoa:

Ya Allah! Aku berlindung kepadaMu dari lemah, malas, pengecut, bakhil, pikun, dan azab kubur. Ya Allah! Berikanlah ke dalam diriku ketaqwaan, dan sucikanlah dia, karena Engkau sebaik-baik yang mensucikannya, Engkaulah pelindung dan penolongnya. Ya Allah! Aku berlindung kepadaMu dari ilmu yg tak bermanfaat, hati yg tok khusyu’, nafsu yg tak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan. (HR. Muslim).

++++++

Pengajian Romadhan DDII, Ahad 17 Maret 2024, Online Zoom, Penceramah Ust. DR Darwis Abu Ubaidah.

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ~Admal Syayid~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *