Tujuh Kekuatan Muslim Yang Perlu Dimiliki

By Nasehat Islam Last Updated On 11 October 2023 0 Comments 262
Tujuh Kekuatan Muslim
Tujuh Kekuatan Muslim

Sebagaimana Stephen Covey memperkenalkan teori Seven Habits dan sekarang sudah menjadi 8 habits, kita juga bisa menggali nilai islam secara mendalam yakni tujuh kekuatan muslim yang perlu dimiliki. Kekuatan yang harus menjadi kesatuan dalam hidup baik untuk diri sendiri, keluarga, dan organisasi.

Tujuh kekuatan muslim tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kekuatan Muslim dalam Aqidah

Aqidah merupakan sumber energi. Dakwah yang pertama kali dilakukannya oleh nabi Muhammad ﷺ adalah pembinaan aqidah. Nabi ﷺ belum mengajarkan sholat, zakat, dan ibadah lainnya sebelum memperkuat fondasi aqidah terlebih dahulu.

Kenapa harus di sebut sebagai quwwatul atau kekuatan?. Jawabannya karena aqidah pada kenyataannya bersifat floating atau turun naik, sehingga memerlukan kekuatan yang sangat kokoh seperti halnya Bilal bin Rabah. Bilal mengalami siksaan yang sangat berat, namun ia tidak merelakan keimanannya terhadap kafir quraisy karena telah memiliki aqidah yang sangat kokoh.

Nabi ﷺ berkata,

وَلَا يَسْرِقُ السَّارِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ

“..dan tidaklah orang yang mencuri saat dia mencuri dalam keadaan ia mukmin…” (HR Muslim)

Kalau aqidah sudah tertanam dengan kuat. Meskipun ada peluang mencuri, seseorang tidak akan melakukannya. Lebih jauh lagi, aqidah yang baik akan menghasilkan sikap positif lainnya misalnya amanah, jujur, ramah, dan lain sebagainya. Prinsip aqidah, segala perbuatan yang dilakukan bukan hanya bertanggungjawab pada manusia tapi juga kepada Alloh SWT.

2. Kekuatan Muslim dalam Ilmu

Kalau kita ingin maju baik dalam usaha, karir, ataupun hal lainnya, maka mau tak mau harus dengan ilmu. 

     مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.” (Manaqib Asy Syafi’i)

Kalau saat ini umat islam bangga dengan jumlah atau populasinya itu sah-sah saja, namun kalau bicara mengenai quwwatul ilmu, kita harus jujur bahwa umat islam masih kalah dibandingkan dengan non muslim. Saudi Arabia yang dilimpahi kekayaan minyak yang luar biasa, teknologi pengelolaan minyaknya masih dikuasai Amerika, begitu pula arsitektur mesjid Medinah ditangani oleh orang Prancis.

Lihat juga  Apa Makna Kemerdekaan yang Sesungguhnya?

3. Kekuatan Muslim Beribadah

Sebagai seorang muslim kita sepakat, bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Alloh swt. Ibadah memiliki dimensi yang sangat luas, salah satu kriterianya adalah sebuah kegiatan yang kalau dilakukan akan memberikan manfaat bagi diri dan orang lain, perbuatannya sesuai aturan, dan diikat dengan hati yang ikhlas mengharap ridlo Alloh swt.

4. Kekuatan Akhlaq Islami

Kaum kafir quraisy yang belum islam (kafir) bahkan memusuhi islam, akhirnya tertarik masuk islam karena keluhuran akhlaq nabi muhammad ﷺ dalam berdakwah. Nabi tidak pernah berbohong, berkhianat dan sikap buruk lainnya. Pada hakikatnya, misi utama nabi muhammad ﷺ adalah untuk menyempurnakan akhlaq umat manusia.

Contoh sederhana akhlaq mulia ialah menempati janji, berkata tidak dusta, berkata menyenangkan orang lain walaupun dalam mengajak kebaikan dan melarang kemunkaran. Islam sesungguhnya amatlah cantik, indah dan sesuai fitrah manusia seandainya diimplementasikan secara menyeluruh.

5. Kekuatan Ekonomi Islam

Mengembangkan dakwah haruslah ditopang oleh perekonomian yang kuat. Karena bagaimanapun juga setiap aktivitas dakwah memerlukan sarana atau sumber dana. Umat islam dituntut memiliki kekuatan ekonomi yang handal dan berkelanjutan.

6. Kekuatan Muslim dalam Politik dan Bernegara

Berpolitik haruslah kuat, kewenangan dalam bernegara haruslah dipegang oleh orang islam yang memiliki aqidah yang bagus agar memberikan kontribusi positif terhadap islam. Contoh yang paling konkrit, kenapa mushola di mall letaknya di ground dengan fasilitas yang kurang memadai? Itu karena yang memiliki wewenang di mall bukanlah orang islam tapi orang non islam.

7. Kekuatan Muslim dalam Berkelompok

Perlu kekuatan berkelompok dalam hal sosial dan kemasyarakatan, sehingga bisa saling memperbaiki hubungan antar sesama muslim dan bahu membahu berjuang menjalankan dakwah islam misalnya memperbaiki fasilitas pendidikan, ketrampilan umat, dan lain sebagainya.

+++++

Dikutip dari pengajian di cluster Paris Kota Wisata, 26 Juli 2009, Narasumber: Ust H. Aseph Aonuddin M.Sc 

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *