Senin, 26 Feb 2024
Akhlaq IslamAqidah Islam / Tauhid

Wasiat Luqman al-Hakim tentang Prinsip Hidup

Wasiat Lukman al-Hakim tentang Hidup

Di dalam al-Quran, ada satu surat bernama Luqman. Penamaan surat ini merujuk pada seseorang yang bernama Luqman bin Unaqo bin Sadun. Ia bukanlah seorang nabi, bukan pula seorang pejabat dan orang kaya. Lahir pada zaman nabi Daud as di daerah Ethiopia atau Sudan, memiliki perawakan pendek dan berkulit hitam. Karena kehidupan dan kepribadiannya penuh dengan hikmah dan kebijaksanaan, Luqman diberik gelar al-Hakim, sehingga namanya terkenal sebagai Luqman al-Hakim

Beberapa wasiat Luqman al-Hakim yang terdapat dalam al-Quran bisa kita pelajari sebagai pedoman kehidupan. Wasiat tersebut adalah sebagai berikut: 

1. Hidup harus Mengedepankan Syukur
 

Hal pertama yang menjadi wasiat Luqman al-Hakim adalah perlunya mengedepankan rasa syukur kepada Alloh SWT. Jalani anugerah kehidupan dengan penuh rasa syukur, baik secara hati, lisan dan perbuatan.  

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”

Implementasi rasa syukur, bisa belajar dari kisah seorang buta. Tatkala ia bertanya kepada seorang alim, apakah saya akan bisa melihat saat masuk surga kelak?. Sang Alim menjawab, tentu anda bisa melihat (tidak buta) saat di surga. Orang buta pun lantas berkata, biarkan saya tetap buta di dunia, biarkan saya tidak bisa melihat anak dan istri selama di dunia. Saya bersyukur, karena akan bisa melihat di surga.

2. Jangan Menyekutukan Alloh SWT
 

Musyrik atau menyekutukan Alloh merupakan bentuk kedholiman yang paling besar. Mungkin saat ini kita bisa menghindari menyembah selain Alloh dalam bentuk fisik. Misal menyembah matahari, batu, patung, binatang, api, pohon, dan lain sebagainya. Namun, bisa jadi kita akan mudah terpedaya ke dalam persembahan atau menuhankan harta atau jabatan. Untuk itu, berhati-hatilah. Jangan sampai terperdaya dalam menuhankan selain Alloh SWT.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

3. Berbaktilah kepada Orang Tua
 

Berbakti kepada orang tua merupakan sumber keberkahan hidup. Berkah hidup artinya penuh dengan manfaat dan kebaikan. Ibarat air zamzam yang penuh berkah, ia tidak hanya menghilangkan haus, namun juga bisa memberikan manfaat lainnya yaitu kesembuhan.

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

’Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu’’

Jangan pernah lupa menyisipkan doa untuk kedua orang tua dalam keseharian. Baik bagi orang tua yang masih hidup atau pun yang sudah meninggal. Jangan menyia-menyiakan dan tidak peduli kepadanya. Betapa kasih dan perjuangan orang tua tiada batas.

4. Selalu Merasa diawasi Alloh SWT
 

Wasiat berikutnya adalah kunci keselamatan hidup. Luqman al-Hakim mengajarkan agar kita selalu sadar, bahwa manusia semua dalam pengawasan Alloh. Alloh maha lembut dan bijaksana, Ia mengetahui apa yang kita lakukan. Sekecil apapun makhluk yang ada di langit dan di bawah bumi, misal seekor semut yang berwarna hitam berada di bawah batu di dalam gua dan di malam hari, Sungguh Alloh maha mengetahuinya.

يَٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Saat diri merasa diawasi Alloh, maka kita bisa menjalani hidup dengan penuh kehati-hatian. Tidak hantam keromo, semena-mena melanggar perintah Alloh dan takluk terhadap hawa nafsu.

5. Mendirikan Sholat, Amal Ma’ruf Nahyi Munkar, dan Bersikap Sabar
 

Kunci hidup berikutnya adalah mendapatkan ketentraman, ketenangan dan kedamaian. Dan itu akan didapatkan dengan mendirikan sholat, mengajak kepada kebaikan, mencegah kemunkaran dan bersifat sabar atas apapun yang menimpa kita.

يَٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

6. Jangan Sombong dan Angkuh
 

Sebagai makhluk sosial, janganlah sombong dan angkuh saat bergaul dengan orang lain. Sehebat apapun yang kita dilakukan, tentunya tidak bisa menaklukkan gunung. Banyak orang merendahkan yang lainnya karena hati dan pikiran kotor, menganggap dirinya lebih hebat. Sombong adalah warisan utama iblis. Saat disuruh sujud kepada Adam, ia menolak, karena merasa lebih mulia dari adam. Ia tercipta dari api sedangkan Adam dari tanah.

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

وَٱقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَٱغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلْأَصْوَٰتِ لَصَوْتُ ٱلْحَمِيرِ

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

++++++

Pengajian Shubuh, Mesjid Al-Hurriyah Pulo Asem, Jakarta Timur, 7 Januari 2024, Penceramah Ust H. Romdhoni Arafat M.Pd.

Tags:Berbakti orang tuaLukman al-Hakimsyirik


Baca Juga

Komentar

One thought on “Wasiat Luqman al-Hakim tentang Prinsip Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *