Adakah Perpisahan yang Abadi?

By Nasehat Islam Last Updated On 04 June 2024 0 Comments
Kaluarga Bahagia Dunia & Akhirat
Kaluarga Bahagia Dunia & Akhirat

Perpisahan adalah keniscayaan dalam hidup manusia. Setiap orang pasti mengalaminya. Karena setiap pertemuan pasti berakhir perpisahan.

Saat berakhirnya kalender pendidikan, kita terbiasa mengadakan acara perpisahan (wisuda). Juga ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, kita memahami itu sebuah perpisahan antara yang meninggal dengan yang ditinggal. Namun, tahukah kita, bahwa perpisahan tersebut bukanlah perpisahan abadi, melainkan sementara.

Lalu, adakah perpisahaan yang abadi? Perpisahan yang menyebabkan seseorang dengan yang lainnya tidak lagi berjumpa selama-lamanya.

Dalam ajaran islam, ternyata perpisahan abadi itu ada. Perwujudannya dapat kita telaah pada ayat al-Quran sebagai berikut:

فَٱعْبُدُوا۟ مَا شِئْتُم مِّن دُونِهِۦ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ

“Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata”. (QS Az-Zumar 15)

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa sesungguhnya orang yang rugi adalah mereka yang merugikan diri sendiri dan keluarga-nya. Para ahli tafsir menyatakan bahwa kerugian yang dialami tersebut karena berpisahnya satu anggota keluarga dengan yang lainnya. Satu anggota masuk ke surga sementara yang lain masuk ke neraka. Dan inilah momen perpisahan yang abadi.

Bagaimana Agar Bisa Menghidari Perpisahan Abadi?

Tentunya, kita tidak ingin mengalami perpisahan abadi seperti diterangkan di atas. Kita ingin semua anggota keluarga bertemu kembali di surga. Dan menurut al-Quran, kuncinya adalah menata visi jangka panjang berkeluarga. Yakni berusaha memelihara diri dan keluarga dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS at-Tahrim 6)

Bagi seorang suami, penting untuk menyediakan rumah, kendaraan, perhiasan dan apa-apa yang dibutuhkan seorang istri yang layak dan semampu-nya. Namun, ini bukanlah tujuan utama. Tugas besar seorang suami sesuai visi di atas adalah bagaimana bisa menggandeng istri masuk surga bersama.

Lihat juga  Kiat Menyikapi Konflik Rumah Tangga

Begitu pula peran seorang ayah. Ia perlu memikirkan masa depan anaknya. Saat meninggal dunia, janganlah meninggalkan anak dalam kondisi lemah. Namun, ini juga bukan tujuan utama. Tugas besar seorang ayah adalah bagaimana bisa menghalau anak dan cucu agar tidak menjadi bahan bakar api neraka.

وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (QS an-Nisa 9)

Kenikmatan dalam Kebersamaan

Sungguh bahagia saat semua anggota keluarga bisa berkumpul. Tapi apa jadinya ketika kebahagiaan itu terputus. Karena sebagian berjalan ke surga sementara yang lain diseret ke neraka. Tidak ada seorang suami yang tega melihat istri dan anaknya terseret ke neraka.

Semoga Alloh membimbing kita, menjadikan keluarga bahagia dunia dan akhirat (surga). Sebagaimana tergambar dalam ayat al-Quran berikut:

جَنَّٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ ۖ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu”. QS ar-Rad 23

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”. (QS at-Tur 21)

++++++

Khutbah Jum’at Mesjid Nur Romadhan Pulo Asem Utara Jakarta Timur, 31 Mei 2024. Khatib Ust Abu Hurairah Lc. MA.

  • Nasehat Islam

    Kumpulan catatan pengajian yang diikuti penulis. Semoga memberi manfaat bagi yang membaca, penulis dan para guru/ustadz yang menyampaikan ilmunya. Berharap masukan jika ada yang perlu diperbaiki. ++Admal Syayid++

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *