Kamis, 22 Feb 2024
Aqidah Islam / TauhidNabi Muhammad SAW

Laknat Alloh Bagi Empat Golongan Manusia

Pertarungan Melawan Syetan

Orang yang mendapat laknat Alloh ialah mereka yang terjauh dari kasih sayang Alloh. Contoh makhluk nya adalah Iblis. Nabi Muhammad ﷺ bersabda ada empat pelaku yang akan mendapat laknat Alloh.

عن علي رضي الله عنه قال: حدثني رسول الله صلى الله عليه وسلم بأربع كلمات: (لعن الله من ذبح لغير الله، لعن الله من لعن ووالديه. لعن الله من آوى محدثاً، لعن الله من غير منار الأرض) [رواه مسلم]

“Dari ‘Ali radhiyallahu’anhu, beliau berkata : Rasulullah ﷺ berpesan kepadaku dengan empat nasihat : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat anak yang melaknat kedua orang tuanya. Allah melaknat orang yang melindungi muhdits (orang yang jahat) / muhdats (pelaku bid’ah). Allah melaknat orang yang sengaja mengubah patok batas tanah.” (HR. Muslim)

Hadist di atas mengandung dua makna terkait dengan laknat. Pertama, do’a dari nabi Muhammad ﷺ agar pelakunya mendapat laknat Alloh, dan yang kedua pemberitaan bahwa Alloh akan melaknat pelakunya.

Siapa sajakah orang yang akan mendapatkan laknat Alloh itu?

1. Orang yang Menyembelih Hewan yang Diperuntukan Untuk Selain Alloh

Dalam Islam penyembelihan hewan termasuk salah satu ibadah yakni pada saat aqiqah (7 hari setelah kelahiran anak), qurban, dan berhaji. Jika penyembelihan hewan ini diperuntukkan untuk selain Alloh, misalnya untuk Jin, nyi roro kidul, jembatan, bangunan, dan lain sebagainya maka dikategorikan sebagai syirik dan termasuk dosa besar. Pelaku kesyirikan akan mendapat laknak Alloh swt, sebagaimana Alloh bersabda dalam Hadits Qudsi,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ’Aku tidaklah butuh adanya tandingan-tandingan. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal dalam keadaan menyekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku akan meninggalkan dia dan perbuatan syiriknya itu.’” (HR. Muslim)

Jangan nodai hidup dengan kesyirikan karena jika mati dalam kondisi syirik, maka dosa kita tidak akan diampuni Alloh swt. Alloh berfirman dalam QS an-Nisa 116,

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”.

2. Orang yang Melaknat Orang Tua

Ada dua pengertian terkait dengan ini. Pertama, perbuatan yang secara langsung melaknat orang tuanya sendiri, dan pengertian kedua si A melaknat orang tua si B sehingga si B melaknat orang tua si A. Menjadi kewajiban bagi kita selain berbakti kepada Alloh juga berbakti kepada orang tua. Sungguh merugi andaikan seseorang yang orangtuanya masih hidup, namun ia tidak maksimal berbakti kepadanya. Alloh berfirman dalam QS al-Isra 23,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya

3. Orang yang Melindungi Pelaku Kejahatan

Berlaku bagi seseorang yang melindungi pelaku kejahatan baik dalam urusan agama maupun dunia, siapapun orangnya tanpa pandang bulu.

4. Orang yang Mengubah Batasan Tanah Secara Dzalim

Yakni seseorang yang memasukkan tanah hak orang lain menjadi miliknya sendiri atau secara dzolim. Ia akan dibebani tujuh lapis bumi di akhirat kelak dan termasuk orang yang bangkrut. Nabi bertanya kepada sahabat, “Tahukah engkau, siapakah orang yang bangkrut?”, lantas nabi ﷺ menerangkan,

فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ  (رواه مسلم)

Orang yang menderita bangkrut berat dari umatku adalah orang yang dibangkitkan di hari kemudian dengan membanggakan amal ibadahnya yang banyak. Ia datang dengan membawa pahala shalatnya yang begitu besar, pahala puasa, pahala zakat, sedekah, amal dan sebagainya.

Tetapi kemudian datang pula menyertai orang itu. Orang yang dulu pernah dicaci maki, pernah dituduh berbuat jahat, orang yang hartanya pernah dimakan olehnya, orang yang pernah ditumpahkan darahnya.

Semua mereka yang dianiaya orang tersebut, dibagikan amal-amal kebaikannya, sehingga amal kebaikannya habis. Setelah amal kebaikannya habis, maka diambillah dosa dan kesalahan dari orang-orang yang pernah dianiaya. Kemudian dilemparkan kepadanya kemudian dicamppakkannya orang itu  ke dalam neraka”. (HR. Muslim)

Dalam mengarungi kehidupan ini, nabi ﷺ memberikan nasehat,

حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الْجَنَّةُ بَالْمَكَارِهِ

Neraka itu tertutup (dikelilingi) dengan berbagai kesenangan dan surga itu tertutup dengan berbagai hal yang dibenci.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Hidup ini sesungguhnya ujian. Upaya yang harus dilakukan agar lulus ujian ini ialah berupaya mengesakan Alloh, beribadah, tidak meremehkan dosa-dosa, memahami al Qur’an, menghadiri majlis ilmu agama, dan melaksanakan kebaikan-kabaikan lainnya.

Penguasaan ilmu agama sangatlah penting, karena akan membimbing kehidupan kita. Tidak sedikit orang terjerumus kepada kesyirikan karena kebodohannya. Rosul ﷺ bersabda, 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim…” (HR Ibnu Majah).

Pahamilah Islam dengan pemahaman yang benar, agar terhindar dari keyakinan dan pemikiran yang rusak serta mencoreng islam dan kaum muslimin. Kembalilah kepada al-Quran dan As-sunnah agar mendapat kemuliaan hidup serta memberikan hak dengan benar terhadap Alloh, rosul dan manusia.

+++++++++

[Dikutip dari Khutbah Jum’at, Mesjid Toyota Astra Motor, 30 Juli 2009]

Tags:bakti orang tuaLaknat Allohorang bangkrutorang dilaknatsyirik


Baca Juga

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *