Kamis, 22 Feb 2024
Aqidah Islam / Tauhid

Aqidah sebagai Induknya Ilmu Fiqih

Berpegang pada al-Quran dan Sunnah

Salah satu cabang ilmu dalam ajaran islam yang mengatur tata cara beribadah baik kepada Alloh maupun kepada manusia ialah fiqih. Secara bahasa, fiqih mengandung makna faham. Artinya, Seseorang yang memeluk agama Islam haruslah faham terhadap ajaran-ajaran Islam secara baik dan benar. Dan fiqih atau pemahaman yang paling penting adalah pemahaman dalam hal aqidah atau keyakinan. Rosul berkata,

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Daud At Tirmidzi & Ibnu Majah)

Dalam realitasnya, sangatlah susah untuk memegang keyakinan secara baik dan konsisten. Banyak sekali daerah ‘abu-abu’ yang bisa membuat kita terlena bahkan terjerumus pada jalan yang salah. Untuk itulah, nabi Muhammad saw mengajarkan do’a agar Alloh SWT  menunjukkani perkara yang benar itu benar, dan perkara yang salah itu salah.

Tantangan hidup sesungguhnya terletak pada aqidah. Ia haruslah dipupuk dan dibina sepanjang hayat agar aqidah kita seperti para shahabat nabi. Tidak sedikit orang sholeh terkapar imannya akibat cobaan hidup, atau seseorang suka beribadah tetapi tidak sanggup menerima keseluruhan ajaran Islam.

Ada banyak alasan kenapa aqidah memegang peranan vital dalam kehidupan ini, diantaranya sebagai berikut:

#1. Iman dan Aqidah Sama Halnya Hidup dan Mati

Orang yang tidak benar imannya, maka ia telah mati meskipun hakikatnya hidup. Untuk itu, kita perlu berhati-hati  menjaga diri dan keluarga agar senantiasa berada dalam aqidah yang benar berpegang pada pemahaman nabi dan para sahabat. Janganlah terpengaruh dengan paham Neo-Mu’tajilah yang saat ini tumbuh subur dari kantong-kantong Islam dan telah keluar dari rel Islam. 

Mereka menolak ayat-ayat al-Quran yang mereka anggap tidak sesuai dengan konteks kekinian, memfatwakan bahwa jilbab tidak wajib karena budaya arab, dan lain sebagainya. 

Berdo’alah selalu kepada Alloh, agar kita diberikan pemahaman tentang agama dengan faham yang menuju jalan surga. Sehingga kita menjalani kehidupan di atas pemahaman Islam yang lurus.

#2. Alloh SWT Berjanji Memberikan Kehidupan yang Baik Jika Memiliki Iman yang Baik

Alloh menjamin akan memberikan kehidupan yang baik bagi mereka yang memiliki keimanan dan aqidah yang kuat. Selain itu itu Alloh akan memberikan rasa aman dan petunjuk bagi orang yang beriman dan tidak syirik. 

Aqidah akan menentukan seberapa banyak pahala yang akan kita diterima. Taqwa bisa dilakukan dengan kemampuan. Namun aqidah tidak bisa separuh-paruh. Kita harus beraqidah dengan sempurna (kaffah). Meyakini al-Quran seutuhnya, iman kepada Alloh, dan kafir terhadap thoqhut, sihir, dan kekufuran.

#3. Orang yang Beraqidah Tahu Jalan yang Lurus

Orang yang beraqidah dengan benar akan mengetahui mana yang salah dan mana yang benar. Ia akan memahami, memaknai dan mengamalkan لا إله إلا الله محمد رسول الله dalam keseluruhan nafas kehidupannya. Ia akan memiliki prinsip yang jelas, dan hidup dalam garis yang lurus.

++++++

Tags:aqidahartikel islamfiqh islamiman yang kuat


Baca Juga

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *