Kamis, 22 Feb 2024
Akhlaq Islam

Fitnah dan Cara Menyikapinya

Cara Menyikapi Fitnah

Kata ‘Fitnah’ disebut di dalam Al Qur’an berulang-ulang, hal ini mengindikasikan sesuatu yang penting bagi manusia agar bisa selamat darinya. Dalam realitas hidup, banyak sekali fitnah yang terjadi di sekeliling kita baik terkait dengan kekuasaan, perempuan, popularitas, dan lain sebagainya.

Apa sebenarnya makna dari Fitnah itu?, Kata fitnah berasal dari kata Fatana’, diambil dari istilah api untuk menguji keaslian emas. Sehingga bisa diartikan bahwa adanya fitnah di dunia ini, hikmahnya untuk mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu, seperti dapat dilihat pada QS Al-‘Ankabut 2,

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:” Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”.

Kata fitnah dalam Al-Quran mengandung beberapa arti sebagai berikut:

Pertama, Fitnah bermakna musibah atau malapetaka.

Seperti yang diungkapkan dalam QS al-Anfal 25:

وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Alloh amat keras siksaan-Nya”.

Sudah menjadi kaidah atau sunnatulloh dalam kehidupan, jika suatu masyarakat membiarkan maksiat terjadi di lingkungan sekitarnya, maka lingkungan itu akan tertimpa fitnah atau bencana. Namun sebaliknya, jika dalam masyarakat tercipta kebaikan-kebaikan taklim, maka akan tercipta kedamaian yang lebih dibandingkan fitnah.

Kedua, Fitnah bermakna sesuatu yg menyebabkan fitnah

Hal ini seperti terdapat dalam QS al-Anfal 28,

وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Alloh-lah pahal yang besar”. 

Ayat ini menjelaskkan bahwa harta dan anak jika tidak dikelola secara baik, maka ia akan menjadi fitnah. Lalu bagaimana cara kita menyikapinya? Harta harus diperoleh dengan cara yang halal, lalu setelah mendapatkannya digunakan sesuai dengan hak Alloh SWT dan manusia, yakni menunaikan zakat, menafkahi istri, anak, orang tua, berkorban untuk kelangsungan dakwah Islam, dan lain-lain. Seandainya semua harta benda kita gunakan untuk ibadah, maka tidak ada anggaran untuk perbuatan maksiat.

Terkait dengan anak, bukan berarti anak itu fitnah, tetapi  harus dimaknai bagaimana anak itu biar tidak menjadi fitnah. Sehingga menjadi kewajiban bagi orang tua memberikan tarbiyah / pendidikan islam yang  baik kepada anaknya. Nabi ﷺ berkata,

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam realisasinya, saat memilih sekolah orang tua harus melihat kurikulumnya. Apakah ilmu agama diajarkan dengan cukup atau tidak? Apakah guru-gurunya memahami Islam atau tidak?, Apakah gurunya bisa dijadikan teladan yang baik atau tidak? karena bagaimanapun juga anak akan banyak terpengaruh oleh guru-gurunya.

Ketiga, Fitnah bermakna Syirik.

Salah satu ayat al-Quran QS al-Baqoroh 193

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّهِ

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah”

Kenapa syirik menjadi fitnah besar?, karena perbuatan syirik akan melahirkan fitnah lainnya yang saling terkait yakni membunuh dan berzina.

Bagaimana agar kita tidak syirik?, jawabannya perbahuruilah selalu iman kita. Perbanyaklah membaca, memahami, dan mengamalkan Laa ilaha illalloh. Senantiasa berdoa agar terhindar dari perbuatan syirik, serta bersungguh-sungguh dalam melakukan keikhlasan.

++++++

Dikutip dari pengajian mingguan, tgl 9 Mei 2009, Mesjid Darussalam Kota Wisata Cibubur

Tags:anak sebagai fitnahfitnah kehidupanharta sebagai fitnahsyirik


Baca Juga

Komentar

2 thoughts on “Fitnah dan Cara Menyikapinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *